Infeksi virus pernapasan, seperti yang disebabkan oleh virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan koronavirus, merupakan beban kesehatan global yang signifikan. Meskipun komponen adaptif dari sistem imun, termasuk sel T memori, berperan penting dalam mengenali dan melawan patogen ini, infeksi berulang dan variasi luaran klinis masih sering terjadi. Sel T memori merupakan elemen kunci dari imunitas jangka panjang yang mampu merespons dengan cepat saat terpapar kembali terhadap patogen. Sel-sel ini memiliki peran beragam, termasuk reaktivitas silang terhadap epitop virus yang konservatif dan modulasi respons inflamasi. Namun, efektivitas protektif sel T memori dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk evolusi virus, usia inang, dan dinamika sistem imun. Tinjauan ini membahas dikotomi peran sel T memori pada infeksi virus pernapasan: potensi mereka dalam memberikan proteksi yang kuat dan keterbatasan yang memungkinkan terjadinya infeksi terobosan. Memahami mekanisme yang mendasari pembentukan, pemeliharaan, dan fungsi efektor sel T memori pada mukosa pernapasan sangat penting untuk meningkatkan intervensi imunologis. Kami menyoroti kemajuan terbaru dalam strategi vaksin yang bertujuan meningkatkan imunitas yang dimediasi sel T dan membahas tantangan yang ditimbulkan oleh mekanisme penghindaran imun oleh virus. Mengatasi kesenjangan pengetahuan ini sangat penting untuk merancang terapi dan vaksin yang efektif dalam mengurangi beban global infeksi virus pernapasan.
Penulis
dr. Henry Sutanto, dr. Febrian Ramadhan Pradana, dr. Galih Januar Adytia, dr. Bagus Aditya Ansharullah, dr. Alief Waitupu, dr. Bramantono, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, Dr. dr. Deasy Fetarayani, Sp.PD, K-AI, FINASIM
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Memory T Cells in Respiratory Virus Infections: Protective Potential and Persistent Vulnerabilities





