Sel T-helper 17 (Th17) merupakan subpopulasi limfosit CD4鈦 yang berperan krusial dalam imunitas mukosa, inflamasi, dan pertahanan terhadap patogen ekstraseluler melalui produksi interleukin (IL)-17, IL-21, dan IL-22. Dalam konteks kanker, Th17 menunjukkan tingkat plastisitas yang sangat tinggi, memungkinkan perubahan fenotipe dan fungsi sebagai respons terhadap dinamika mikro lingkungan tumor (tumor microenvironment/TME). Plastisitas ini menjadikan Th17 sebagai komponen imun dengan peran ambivalen, yang dapat bersifat protumorigenik maupun antitumorigenik bergantung pada konteks molekuler dan seluler yang mendominasi. Pada sisi protumorigenik, Th17 berkontribusi terhadap progresi kanker melalui sekresi IL-17 yang mempertahankan inflamasi kronik, mendorong angiogenesis, serta memfasilitasi rekrutmen sel imunosupresif seperti myeloid-derived suppressor cells dan makrofag terkait tumor. IL-17 juga berperan dalam aktivasi jalur sinyal pro-survival pada sel tumor, remodeling matriks ekstraseluler, dan induksi epithelial搈esenchymal transition, yang secara kolektif mendukung invasi, metastasis, dan resistensi terapi. Selain itu, Th17 dapat bertransdiferensiasi menjadi sel T regulator-like di bawah pengaruh TGF-尾 dan IL-10, sehingga memperkuat lingkungan imun yang tolerogenik dan memungkinkan pelarian imun tumor. Sebaliknya, dalam kondisi tertentu, Th17 mampu menjalankan fungsi antitumor yang kuat. Melalui pengaruh sitokin seperti IL-12 dan IL-23, Th17 dapat berkonversi menjadi sel Th1-like penghasil interferon-gamma, yang meningkatkan presentasi antigen, aktivasi sel T sitotoksik CD8鈦, serta efektivitas respons imun adaptif terhadap sel tumor. Sel Th17 juga memiliki kemampuan merekrut sel efektor imun dan mendukung pembentukan struktur limfoid tersier di dalam TME, yang berkorelasi dengan luaran klinis yang lebih baik pada beberapa jenis kanker. Artikel ini menekankan bahwa regulasi plastisitas Th17 dimediasi oleh interaksi kompleks antara sinyal sitokin, kondisi hipoksia, reprogramming metabolik (glikolisis versus fosforilasi oksidatif), serta perubahan epigenetik yang mengatur aksesibilitas lokus gen kunci seperti ROR纬t, T-bet, dan Foxp3. Interaksi timbal balik antara Th17 dan sel imun lain攖erutama makrofag terkait tumor dan sel T regulator攕emakin memperkaya heterogenitas fungsi Th17 dalam kanker. Berdasarkan pemahaman ini, artikel menyoroti peluang terapeutik yang menjanjikan dengan menargetkan jalur Th17, termasuk blokade IL-17 atau IL-23, modulasi metabolik, penghambatan ROR纬t, serta pemanfaatan sel Th17 dalam terapi sel adopsif. Pemahaman mendalam mengenai plastisitas Th17 memberikan landasan konseptual penting bagi pengembangan imunoterapi kanker yang lebih presisi, kontekstual, dan berorientasi pada keseimbangan antara efektivitas antitumor dan kontrol inflamasi patologis.
Penulis:
dr. Henry Sutanto
dr. Mukti Citra Ningtyas
dr. Betty Rachma
dr. Laras Pratiwi
Dr. dr. Deasy Fetarayani, Sp.PD, K-AI, FINASIM
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Th17 cells in cancer: plasticity-driven immunopathology and therapeutic opportunity
Henry Sutanto, Mukti Citra Ningtyas, Betty Rachma, Laras Pratiwi, and Deasy Fetarayani





