UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 melaksanakan program inovatif yang disebut dengan SEMAR (serbuk kulit singkong menjadi arang briket) sebagai upaya dalam pengelolaan limbah organik berbasis potensi lokal. SEMAR merupakan sebuah kegiatan pengolahan limbah kulit singkong menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan kelompok BBK 7 unair Desa Winong yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal dalam mengurangi limbah kulit singkong.
Program SEMAR dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Winong. Program ini mengundang seluruh masyarakat Desa Winong, terutama warga yang memiliki usaha pengolahan singkong. Antusiasme warga terlihat dari awal kegiatan ini di sosialisasikan, mengingat kulit singkong selama ini hanya dianggap sebagai limbah tanpa nilai ekonomi. Dalam pelaksanaannya, program SEMAR meliputi beberapa rangkaian kegiatan, antara lain sosialisasi pemanfaatan limbah kulit singkong menjadi briket arang, pemaparan potensi ekonomis briket arang dari kulit singkong, serta expo produk briket arang kepada warga Desa Winong. Melalui kegiatan ini, warga diperkenalkan pada proses pengeringan yang optimal, pembakaran, pencampuran adonan, hingga pencetakan briket yang relatif sederhana dan dapat diterapkan secara mandiri di tingkat rumah tangga maupun usaha mikro.
Secara ilmiah, kulit singkong diketahui mengandung senyawa karbon dan selulosa yang cukup tinggi, sehingga berpotensi dijadikan bahan baku briket biomassa. Briket berbahan dasar limbah kulit singkong memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan arang. Waktu pembakaran briket arang lebih lama, asap yang dihasilkan oleh briket arang lebih minim. Selain itu, biaya produksi briket dari limbah organik relatif terjangkau dan cocok untuk dikembangkan sebagai usaha skala desa.
Program SEMAR bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan desa, briket arang hasil olahan kulit singkong juga berpotensi menjadi sumber energi alternatif dan peluang usaha mikro.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Winong. Warga desa winong menilai program SEMAR sebagai solusi inovatif dan aplikatif terhadap permasalahan limbah
kulit singkong yang selama ini belum ditangani secara optimal. Melalui program SEMAR, mahasiswa BBK-7 51动漫 menunjukkan peran aktif dalam mendukung pembangunan desa berwawasan lingkungan. Program kerja unggulan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam pengurangan limbah organik maupun
peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Diharapkan, program SEMAR dapat memberikan dampak berkelanjutan, baik dalam pengurangan limbah organik, peningkatan pemanfaatan energi alternatif, maupun tumbunnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan yangg berkelanjutan di Desa Winong.





