UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran UNAIR menggelar kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Cakupan lokasi penyelenggaraan pengmas kali ini terbilang cukup luas. Diawali dengan pengmas di Surabaya, acara pengmas oleh para dokter FK UNAIR ini kembali dilanjutkan di Sidoarjo, Bojonegoro, Ponorogo hingga Jember.
Koordinator pengmas FK UNAIR, Sulis Bayu Sentono, dr., SpOT mengungkapkan bahwa penyelenggaraan kegiatan pengmas kali ini adalah untuk memeriahkan Dies Natalis ke-63 51动漫 yang diselenggarakan pada November 2017 lalu.
Menurutnya, FK UNAIR punya potensi untuk menyelenggarakan kegiatan pengmas berskala besar. Mengingat FK UNAIR memiliki 29 departemen ilmu kedokteran, sekaligus memiliki banyak kerja sama dengan rumah sakit jejaring yang tersebar di 22 kabupaten di Jawa Timur.
淭im pengmas FK UNAIR sudah menampilkan performanya melalui kegiatan pengmas yang diselenggarakan selama November-Desember 2017. Karena persiapannya mepet dan belum semua departemen terlibat, maka baru beberapa tempat yang kami singgahi, paling tidak sudah masuk ke beberapa wilayah dulu, ujarnya.
Dari Surabaya, kegiatan pengmas diisi oleh tim pengmas dari Departemen Kesehatan Mata FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo dengan menggelar acara workshop dan seminar untuk memperingati Hari Mata Sedunia.
Berikutnya, tim pengmas FK UNAIR dari Departemen Paru, Departmen Orthopaedi, Bedah Plastik dan Rehab Medik FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo bekerjasama dengan RSUD Sidoarjo, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan Puskesmas Sidoarjo menggelar seminar kegawatdaruratan untuk mengedukasi puluhan dokter umum di sana.
Sulis menilai, Sidoarjo memiliki potensi yang cukup besar untuk menjadi bagian aliansi kerja sama perwakilan pendidikan utama dan rumah sakit pendidikan jejaring FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo. Sebagai rumah sakit pendidikan utama FK UNAIR, RSUD Dr. Soetomo berencana akan membentuk sebuah sistem jaringan rujukan 榬aksasa bernama Academic Health System (AHS).
淩encananya AHS akan menampung sistem rujukan pelayanan, rujukan penelitian, rujukan kegiatan pengmas, rujukan pendidikan sehingga menjadi sistem yang besar dan bersifat komprehensif,漸ngkapnya.
Setelah dari Sidoarjo, pengmas dilanjutkan ke Bojonegoro. Bojonegoro menjadi salah satu lokasi jujugan kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di bulan November 2017.
Dalam kegiatan tersebut, Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo, dr., Sp.U(K)., didampingi puluhan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis (PPDS) dan tenaga medis Departemen Urologi pada sabtu (25/11) lalu berkunjung ke Desa Mojo Deso, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
FK UNAIR bekerjasama dengan Puskesmas Mojo Deso dan Dinas Kesehatan Bojonegoro menggelar kegiatan pengmas berupa khitan masal dan pengobatan gratis untuk warga setempat. Selain itu, tim pengmas FK UNAIR dari Departemen Andrologi juga mengadakan kegiatan penyuluhan kesehtan reproduksi untuk pria. Warga terlihat begitu antusias mengikuti acara penyuluhan tersebut.
Selanjutnya, kegiatan pelatihan kegawat daruratan untuk masyarakat awam berlangsung di Ponorogo. Tim dokter dan mahasiswa PPDS Departemen Anestesiologi & Reanimasi RSUD Dr. Soetomo-FK UNAIR terjun langsung mengawal acara pelatihan yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait tindakan kegawatdaruratan.
Kota Jember juga menjadi jujugan kegiatan pengmas kali ini. Pengmas berlangsung pada 25 November 2017. Panitia pengmas FK UNAIR dari Departemen Bedah, Orthopaedi, Bedah Plastik, Bedah Saraf bekerja sama dengan RSUD Dr. Subandi Jember menggelar seminar dan workshop kegawat daruratan dalam praktik sehari-hari bagi dokter umum di sana.
Dalam kegiatan seminar tersebut, peserta diajarkan cara mengantisipasi sejumlah kasus umum kegawatdaruratan seperti trauma, fraktur, dislokasi dan multitrauma. Ada pula sesi demonstrasi, dimana tim pelatih mendemonstrasikan cara menangani luka akibat cidera dan lainnya.
Kegiatan pengmas lainnya juga diselenggarakan oleh Divisi Neunatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr.Soetomo-FK UNAIR. Divisi tersebut menyelenggarakan acara Pelatihan Resusitasi Bayi Baru Lahir dan Skrining Hipothyroid Kongenital, dengan mengundang puluhan tenaga medis dan bidan dari berbagai puskesmas dan rumah sakit di Surabaya. Acara tersebut berlangsung di Airlangga Medical Education Center (AMEC) FK UNAIR.
Usai menyelenggarakan Pelatihan Resusitasi Bayi Baru Lahir dan Skrining Hipothyroid Kongenital, Divisi Neunatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSUD Dr.Soetomo-FK UNAIR bekerja sama dengan University Medical Center Groningen the Netherlands (UMCG) untuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meluncurkan sebuah aplikasi bernama Yellow Babies. Yakni aplikasi paperless electronic register untuk memudahkan pendataan jumlah kasus hiperbilirubinemia yang tertangani di rumah sakit.
Selain itu, berlangsung pula acara penganugerahan visiting profesor kepada Prof. Arend Frederick Bos, MD., PhD, dari Beatrix Children Hospital University Medical Center Groningen the Netherlands (UMCG), di Aula FK UNAIR.
Sementara itu, tim pengmas dari Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Soetomo-FK UNAIR juga bergerak melalui kegiatan sosialisasi pentingnya pemeriksaan papsmear. Mereka menggelar acara pemeriksaan Pap Smear gratis untuk karyawan dan staf Rumah Sakit RSUD Dr. Soetomo-FK UNAIR. Kegiatan ini berlangsung di Poli KB-2 RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Dari keseluruhan acara pengmas yang sudah terlaksana, Sulis berharap kegiatan pengmas kali ini menjadi langkah awal untuk memberdayakan dan mengoptimalisasi hubungan antara rumah sakit pendidikan utama dengan rumah sakit jejaring lainnya.
淪elama ini, FK UNAIR belum pernah mengadakan kegiatan yang begitu dekat dengan rumah sakit jejaring lainnya. Kami berharap dengan acara ini akan terjalin komunikasi, terjalin silaturahim antar rumah s akit jejaring, sehingga nanti ketika akan membangun sistem rujukan AHS, komunikasi sudah terbangun dengan baik,漸jarnya.
Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha
Editor: Nuri Hermawan





