UNAIR NEWS – Peluang bisnis bisa hadir dari berbagai bidang, termasuk bidang kejepangan yang kini kian diminati. Menyadari potensi tersebut, 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan seminar kewirausahaan yang bertajuk Mengenal Peluang Entrepreneurship di Bidang Kejepangan pada Kamis (12/06/2025). Acara itu berlangsung di Ruang Herodotus FIB Kampus Dharmawangsa-B dan menghadirkan juga narasumber berkompeten yaitu Dra Endang Poerbowati MPd.
Segmentasi Pasar
Dalam pemaparannya, Endang mengungkapkan bahwa salah satu bidang yang menarik dan mempunyai segmentasi pasar yang luas yaitu kejepangan. Hal itu didorong oleh minat masyarakat Indonesia terhadap budaya jepang. Terlebih juga, banyak tren bisnis kejepangan yang populer seperti makanan, fashion, kecantikan dan hiburan.
“Yang menjadikan masyarakat Indonesia suka dengan dunia Jepang, salah satunya juga setiap tahun kita mengadakan bunkasai atau festival budaya Jepang,” terang Endang.
Ia mengungkapkan bahwa segmentasi pasar dapat menjadikan potensi keuntungan yang besar dalam membuka bisnis. “Keuntungan kita jika mempunyai seorang entrepreneur itu, kita kemana-mana bisa kenalan dengan lebih banyak orang,” ungkapnya.
Endang menekankan pentingnya memahami segmentasi pasar sebelum memulai usaha. Segmentasi tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti demografi usia, jenis kelamin, pendapatan dan psikografi gaya hidup, minat, serta nilai. Ia mendorong peserta untuk melakukan riset pasar secara aktif.
“Meskipun anda belum pernah kesana. Carilah Informasi melalui internet,” terangnya.
Peluang dan Tantangan
Tak hanya itu, Endang juga memaparkan berbagai peluang bisnis kejepangan yang menguntungkan untuk dijalankan. Di antaranya, restoran makanan Jepang dengan konsep unik, toko kerajinan online, hingga kursus yang menyediakan layanan terkait bahasa dan budaya Jepang. “Sekarang ini banyak masyarakat yang ingin kerja di Jepang, inilah saatnya kita mencari peluang bisnis,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, diperlukan manajemen operasional yang efisien dan memaksimalkan keuntungan. Selain itu, branding dan membangun citra merek sangat penting terutama melalui media sosial, iklan online, dan kerja sama dengan influencer. “Media sosial ini memberikan pengaruh besar melalui platform seperti Instagram, Facebook, TikTok dan sebagainya,” tuturnya.
Endang mengingatkan dalam berbisnis tentunya ada tantangan yang dihadapi mulai dari persaingan, modal hingga regulasi. “Jadi, strategi untuk mengatasi tantangan itu, biasanya kita bisa melihat dari pengalaman dan membaca sebanyak-banyaknya dari internet,” ujarnya.
Penulis : Adinda Octavia Setiowati
Editor : Khefti Al Mawalia





