51动漫

51动漫 Official Website

Seminar Keamanan Siber Ulas Pentingnya CSIRT bagi Ketahanan Siber Organisasi

Adi Himawan SSos MM dari BSSN menyampaikan pentingnya ketahanan siber bagi organisasi di seminar yang diadakan pada 19 Nov 2024 di Oakwood Hotel (Foto: Istimewa)
Adi Himawan SSos MM dari BSSN menyampaikan pentingnya ketahanan siber bagi organisasi di seminar yang diadakan pada 19 Nov 2024 di Oakwood Hotel (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Serangan siber menjadi salah satu ancaman yang marak terjadi di era globalisasi saat ini. Fenomena itu tak jarang menimbulkan dampak yang merugikan sebuah organisasi. Menyoroti hal tersebut, 51动漫 (UNAIR) mengadakan Seminar Keamanan Siber pada Selasa (19/11/2024). Gelaran tersebut terselenggara di East Ballroom 2, Oakwood Hotel, Surabaya. 

Seminar ini menghadirkan Adi Himmawan SSos MM selaku Manggala Informatika Ahli Madya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai salah satu pembicara. Mengawali paparannya, Adi menjelaskan bahwa serangan siber bisa datang kapan saja. Sehingga perlu langkah antisipatif dalam menghadapi kemungkinan serangan siber. 

Adi mengungkapkan bahwa ketahanan siber menjadi aspek yang krusial bagi organisasi. Khususnya dalam menghadapi ancaman siber di dunia digital yang semakin pesat. 淜etahanan siber merupakan pendekatan proaktif untuk mengelola dan mengurangi risiko siber secara efektif.  Serangan siber itu datangnya tidak menunggu kesiapan organisasi. Sehingga organisasi harus memiliki kapasitas untuk mampu menghadapi dan segera pulih dari ancaman siber, jelas Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan beberapa upaya yang untuk mencegah serangan siber. Di antaranya adalah melakukan penilaian risiko untuk mengidentifikasi ancaman potensial, dampak dari serangan, serta membangun kerangka ketahanan siber. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan budaya kesadaran keamanan siber di kalangan karyawan.

淜etika Tim Tanggap Insiden Siber terbentuk, langkah selanjutnya adalah kita perlu melakukan pembinaan agar mereka siap menghadapi berbagai insiden serangan siber. Salah satu hal yang terpenting adalah mengembangkan budaya kesadaran keamanan siber di kalangan karyawan. Sebagai contoh, BSSN memiliki program kampanye phishing untuk menguji sejauh mana kesadaran keamanan siber telah terinternalisasi di kalangan karyawan,” ungkapnya.

Adi menuturkan bahwa Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber memiliki peran strategis dalam menghadapi ancaman siber. Ada tiga peran utama CSIRT yang mencakup identifikasi dan deteksi, respons, serta pemulihan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan tim CSIRT juga sangat bergantung terhadap tingkat maturity tim dalam menghadapi insiden siber. 淜etika tim tanggap insiden sudah terbentuk, kita perlu mengukur sejauh mana tingkat kematangan tim dalam menangani insiden siber. Dengan begitu kita dapat mengetahui aspek mana yang perlu ditingkatkan apakah aspek deteksi, respons, atau pada aspek pemulihan, pungkasnya.

Penulis: Raissyah Fatika

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT