51动漫

51动漫 Official Website

Tim UNAIR Raih Silver Medal dalam Kompetisi Esai Internasional

Muhammad Dani Anko Putra, Firman Maulana Barokah, dan Salfa Dwi Firmansyah meraih silver medal dalam Global Insight 2024 (Foto: Dok. Pribadi)
Muhammad Dani Anko Putra, Firman Maulana Barokah, dan Salfa Dwi Firmansyah meraih silver medal dalam Global Insight 2024 (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa 51动漫 meraih prestasi membanggakan dalam kompetisi esai internasional. Mereka adalah Firman Maulana Barokah dari Fakultas Perikanan dan Kelautan, Muhammad Dani Anko Putra dari , dan Salfa Dwi Firmansyah dari Fakultas Kedokteran Hewan. Tim ini menerima penghargaan Silver Medal dalam ajang Global Insight 2024 International Essay Competition.

Kompetisi ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNAIR. Peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari mahasiswa S1 atau D3/D4 dari berbagai universitas. Kegiatan ini mengusung tema Youth Innovation and Collaboration in Tackling Global Challenges to Achieve Sustainable Development Goals (SDGs). Bertempat di UNAIR, kompetisi ini berlangsung pada Sabtu (16/11/2024) dan Minggu (17/11/2024).

Tim UNAIR meraih silver medal dengan mengusung Environmental Education and Awareness sebagai sub tema esai. Mereka mengangkat judul E-Safe: Smart Learning Access for Disabilities Based AR and VR with Monitoring Learning Outcomes Through IOT in the Society 5.0. Tim ini menggagas media pembelajaran interaktif untuk siswa disabilitas.

Media pembelajaran ini terdiri dari tiga alat, yaitu meja AR, headset VR, dan kacamata VR. Meja AR dapat menampilkan konten visual dengan elemen digital untuk memungkinkan siswa tunanetra, tunarungu, dan tuna wicara merasakan objek 3D. Sementara itu, headset VR tim rancang untuk siswa tunanetra dan tuna wicara dalam memahami materi secara visual tanpa bergantung pada instruksi verbal. Adapun kacamata VR untuk siswa tunarungu dan tuna wicara dengan hambatan sensorik. Dengan kacamata VR ini, siswa menyesuaikan elemen visual sesuai kebutuhan mereka.

Firman selaku perwakilan tim mengungkapkan bahwa adanya kesenjangan fasilitas pendidikan bagi penyandang disabilitas menjadi latar belakang dari ide timnya. 淒i Indonesia itu kebanyakan penyandang disabilitas dengan yang bukan disabilitas pendidikannya tidak setara. Akses terhadap pendidikan dan fasilitasnya pun belum memadai. Dari latar belakang tersebut, kami memberi solusi untuk menciptakan yang inklusif untuk mereka.

Firman mengungkapkan bahwa kompetisi internasional tersebut memberinya pengalaman berharga. Ia mendapat banyak koneksi dengan mahasiswa dari berbagai universitas. 淜arena ini lomba internasional yang presentasi dan QnA nya pake bahasa inggris, aku jadi melatih kepercayaan diri dalam public speaking, tutur Firman.    

Terakhir, Firman berharap idenya dan tim dapat terealisasi dan mendapat banyak dukungan dari stakeholder. 淚de ini membutuhkan banyak biaya, jadi tentunya butuh pihak yang sekiranya mampu untuk memberikannya. Jika ide ini dapat banyak dukungan dari stakeholder, maka dapat terealisasi, pungkas Firman. 

Penulis: Khumairok Nurisofwatin

Editor: Edwin Fatahuddin

AKSES CEPAT