Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan biodiversitas laut yang luar biasa yang disebut terbesar kedua di Dunia. Salah satu kekayaan laut tersebut adalah beraneka ragam hewan laut diantaranya spons. Hewan berongga ini banyak diteliti karena mengandung berbagai senyawa kimia yang sangat bermanfaat untuk Kesehatan. Senyawa aktif yang dimiliki oleh spons dapat menjadi obat anti kanker, antivirus, antioksidan, anti inflamasi dan anti bakteri. Salah satu spons yang diketahui memiliki banyak aktivitas biologis adalah Aaptos suberitoides yang mengandung senyawa alkaloid.
Penelitian telah menunjukkan potensi senyawa alkaloid untuk pengobatan penyakit Alzheimer. Sebagai contoh obat-obatan penyakit Alzheimer yang digunakan hingga saat ini adalah senyawa alkaloid dari bahan alam misalnya galantamin, atau turunannya misalnya donepezil dan rivastigmine. Ketiga obat tersebut bekerja dengan cara menghambat enzim kolinesterase atau dikenal sebagai kolinesterase inhibitor. Penghambatan pada enzim ini akan meningkatkan atau mempertahankan kadar neurotransmitter asetilkolin dalam jumlah yang cukup. Pemberian kolinesterase inhibitor pada penderita penyakit Alzheimer terbukti mampu memperbaiki fungsi kognitif pada penderita, misalnya memperbaiki memori, suasana hati, penalaran dan komunikasi.
Pada penelitian kali ini, kami berfokus pada potensi spons A. suberitoides sebagai obat penyakit Alzheimer serta melakukan identifikasi kandungan senyawa pada ekstrak, fraksi n-heksana dan etil asetat. Spons A. suberitoides diambil dari perairan Tulamben, Bali. Spons diekstraksi dengan metanol dan diklorometana. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya dipartisi menggunakan n-heksana dan etil asetat. Pengujian potensi ekstrak dan fraksi sebagai obat Alzheimer dilakukan dengan metode penghambatan enzim asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BChE). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa fraksi n-heksana memiliki aktivitas penghambatan paling kuat dalam terhadap enzim AChE dan BuChE. Ekstrak, fraksi n-heksana dan etil asetat juga lebih poten dalam menghambat enzim AChE dibandingkan enzim BuChE.
Hasil analisis kandungan senyawa dari fraksi n-heksana dan etil asetat spons A. suberitoides dengan metode LC-MS/MS, terdapat 5 senyawa alkaloid yang berhasil diidentifikasi. Pada fraksi n-heksana, terdapat 2 senyawa alkaloid yakni aaptamine dan demethyloxyaaptamine. Sementara pada fraksi etil asetat, juga terdapat senyawa aaptamine beserta 3 senyawa alkaloid lain yakni demethylaaptamine, aaptamine, isoaaptamine dan 8,9,9-trimethoxy-9H-benzo[de][1,6]naphthyridine. Keberadaan senyawa alkaloid tersebut diduga berperan dalam aktivitas penghambatan enzim kolinesterase. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi spons A. suberitoides memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat obat penyakit Alzheimer.
Penulis: Dr. Suciati
Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada publikasi kami di:





