Dalam banyak budaya, akar tanaman Stemona telah lama digunakan sebagai ramuan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan hingga parasit. Di Tiongkok, Asia Tenggara, dan Jepang, akarnya bahkan digunakan sebagai insektisida alami. Tidak mengherankan bahwa tanaman ini telah menarik perhatian ilmuwan selama beberapa dekade.
Penelitian terbaru kami mengenai tanaman Stemona, khususnya spesies Stemona curtisii Hook. f., telah menghasilkan penemuan menarik. Dua senyawa baru telah diisolasi dari akarnya, yang diberi nama stemonal 11--β--ܳDZԴDz dan 6-O-methylstemonal 11--β--ܳDZԴDz. Penelitian ini membawa kita lebih dekat ke pemahaman tentang potensi kesehatan yang terkandung dalam tanaman ini.
Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah kemampuan salah satu senyawa baru, stemonal, dalam menghambat enzim α-glukosidase. Ini merupakan kabar baik bagi mereka yang menderita diabetes, karena penghambatan enzim ini dapat membantu mengontrol kadar gula darah. Bahkan, stemonal terbukti 2,4 kali lebih kuat dalam penghambatan ini dibandingkan dengan obat diabetes konvensional, acarbose.
Selain itu, penelitian ini juga menyelidiki potensi sitotoksik senyawa-senyawa tersebut terhadap sel kanker paru-paru A549. Meskipun tidak ada senyawa yang menunjukkan aktivitas sitotoksik yang signifikan pada konsentrasi yang diuji, penemuan ini tetap menarik karena memberikan pemahaman lebih lanjut tentang sifat-sifat tanaman Stemona.
Kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan baru tentang potensi kesehatan dari tanaman Stemona, khususnya Stemona curtisii. Penemuan-penemuan ini memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut tentang penggunaan senyawa-senyawa alami dari tanaman ini sebagai agen anti-diabetes yang efektif. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi dari peneliti-peneliti dari Universitas Chulalongkorn (Thailand) dan 51 (Indonesia).





