51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Senyawa Turunan Stirildihidropirimidin sebagai Kandidat Senyawa Antikanker Potensial

IL by Media Indonesia

Senyawa turunan 3,4-dihidropirimidin-2-on (DHPM) merupakan produk reaksi Biginelli dan telah dikenal memiliki berbagai aktivitas biologis seperti antimikroba, antioksidan, anti-tuberkulosis, antimalaria, antikanker, dan berbagai aktivitas biologis yang lain. Modifkasi struktur DHPM menjadi perhatian yang menarik karena produk yg dihasilkan diharapkan memiliki aktivitas biologis yang semakin meningkat atau memiliki aktivitas biologis yang berbeda dari senyawa asalnya. Salah satu modifikasi struktur DHPM adalah pembentukan stiril-DHPM yang dikenal memiliki aktivitas farmakologis yang juga luas, seperti antimikroba, antimalaria, antiretroviral, antiinflamasi, antikanker, dan antihipertensi. Hal tersebut menjadikan inspirasi penelitian untuk melakukan modifikasi struktur DHPM dan selanjutnya menguji aktivitas farmakologisnya.

Substituen stiril pada suatu DHPM dapat terikat baik pada posisi C4 atau C6. Pada penelitian ini dipilih untuk mensintetis stiril-DHPM pada posisi C-4, yang terbentuk dari reaksi antara gugus metil C-6 DHPM dengan turunan benzaldehid menggunakan reaksi vinilogus aldol. Sebanyak 20 senyawa turunan stiril-DHPM telah disintesis dengan melakukan variasi substituent gugus aromatis yang terikat pada C-4 dan pada gugus metil C-6 dari DHPM. Sintesis dilakukan melalui dua tahap reaksi, tahap pertama adalah pembentukan turunan DHPM menggunakan reaksi Biginelli, dilanjutkan dengan reaksi vinilogus aldol membentuk molekul target. Katalisator yang digunakan adalah asam para-amino toluene sulfonate, sedang pelarut yang digunakan adalah asetonitril. Struktur molekul senyawa hasil sintesis ditentukan berdasarkan data spektroskopi (FTIR, HRESIMS, 1H-NMR, dan 13C-NMR).

Sebaliknya, hampir semua senyawa uji menunjukkan aktivitas antikanker yang baik terhadap sel kanker payudara MCF7. Sebanyak 13 senyawa uji menunjukkan aktivitas antikanker yang kuat (IC50 = 3,8 “ 27,3 μM), dan 3 senyawa uji menujukkan aktivitas antikanker yang sangat kuat (IC50 < 1 μM), yaitu senyawa 3, 4, dan 5 dengan nilai IC50 berturut-turut 46, 92, dan 0.764 nm. Hubungan antara struktur dan aktivitas dari 20 senyawa yang disintesis teramati bahwa gugus metoksi yang terikat pada kedua inti aromatis akan menurunkan sitotoksisitas terhadap sel kanker. Keberadaan substituen klor dan hidroksi berperan penting terhadap aktivitas antikanker. . Untuk sel kanker HeLa, senyawa yang menunjukkan aktivitas antikanker yang baik mengikat substituent klor dan fluor pada bagian stiril cincin aromatis dan gugus hidroksi yang terikat pada cincin dihidropirimidin. Untuk sel kanker MCF7, keberadaan substituen pada cincin aromatis gugus stiril tidak berpengaruh pada aktivitas antikanker, sedang substituent pada inti aromatis cincin dihidropirimidin berperan penting bagi aktivitas antikanker. Pada banyak kasus, senyawa yang mengikat substituen halogen dan hidroksi inti aromatis cincin dihidropirimidin memperlihatkan aktivitas antikanker yang sangat baik.

Penulis: Hery Suwito

Link Jurnal:

AKSES CEPAT