Glukomanan yang terkandung dalam umbi porang (Amorphophallus oncophyllus) termasuk serat polisakarida larut air yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti makanan untuk diet terutama sebagai makanan pengganti pada penderita diabetes mellitus dengan menurunkan gula darah. Pembuktian serbuk umbi porang dapat menurunkan gula darah yaitu pada enam kelompok ekor mencit jantan yang diberikan berbagai macam dosis glukomanan, dengan umur 2-2,5 bulan dan berat badan 20-40 g diberikan aloksan monohidrat untuk menghasilkan mencit dengan gula darah tinggi. Selanjutnya mencit diberikan serbuk porang yang telah ditentukan kadar glukomanan nya. dengan dosis glukomanan 85, 165 dan 250 mg/kg BB selama 21 hari dan dilakukan pengukuran gula darah setiap tiga hari.
Toksisitas/efek keracunan dilakukan dengan menggunakan tiga kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari enam ekor mencit yang diberikan glukomanan dengan dosis yang meningkat. Jumlah kematian dihitung dengan tiga macam metode (metode Weil, metode Line dan metode Probit) untuk menghasilkan LD50 serbuk porang. Data kemudian dianalisis menggunakan One Way Anova dengan nilai signifikansi 5%. Serbuk porang yang mengandung glukomanan dengan dosis 250 mg/kg BB memberikan hasil dapat menurunkan kadar gula darah yang terbaik setelah 13 hari pemberian (p<0,05). Dosis tertinggi glukomanan 5000 mg/kg BB tidak menyebabkan kematian pada tikus dan tidak toksik atau tidak beracun. Dari hasil penelitian tersebut diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, serbuk porang dapat sebagai makanan pengganti bagi penderita diabetes mellitus dan serbuk porang aman untuk dikonsumsi.
Penulis: Prof. Dr. Sudjarwo, M.S., Apt.
Link:
Baca juga: Pertumbuhan dan Perkembangan Tunas Amorphophallus muelleri Blume





