51动漫

51动漫 Official Website

SIAP GENTING” & “SOBAT TENSI”: Inovasi Cegah Stunting dan Hipertensi Ibu Hamil di Banyuwangi

Faktor Terjadinya Preekamsia di Wilayah Surabaya
Photo by Klik Dokter

Stunting dan hipertensi pada ibu hamil masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Indonesia. Bagaimana jika dua masalah ini ditangani secara bersamaan melalui pendekatan yang melibatkan langsung para ibu dan calon ibu?

Sebuah inisiatif unik dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat 51动漫 Banyuwangi melalui program 淪IAP GENTING (Sosialisasi Pencegahan Stunting) dan 淪OBAT TENSI (Program Bebas Hipertensi). Kedua program ini dijalankan di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dengan melibatkan 24 ibu hamil dan ibu balita.

Stunting: Masalah Nasional yang Butuh Aksi Lokal

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Indonesia pada 2022 mencapai 21,6%. Sementara di Banyuwangi, angkanya masih sekitar 3,6% masih di atas target nol persen yang ingin dicapai pada 2024. Stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan kognitifnya di masa depan.

淪tunting sering kali berawal dari masa kehamilan. Karena itu, intervensi harus dimulai sejak dini, bahkan sejak ibu mengandung, jelas Jayanti Dian Eka Sari, salah satu peneliti dalam program ini.

Hipertensi: Silent Killer Ibu Hamil

Di sisi lain, hipertensi dalam kehamilan menjadi ancaman serius. Data Dinas Kesehatan Jawa Timur menunjukkan bahwa Banyuwangi menduduki peringkat ke-12 dari 38 kabupaten/kota dengan estimasi penderita hipertensi terbanyak. Tak main-main, 20% kematian ibu hamil di Banyuwangi pada 2022 disebabkan oleh hipertensi.

淗ipertensi pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, dan meningkatkan risiko stunting, tambah Jayanti.

Edukasi + Skrining = Solusi Nyata

Program 淪IAP GENTING dan 淪OBAT TENSI tidak hanya sekadar memberikan penyuluhan, tetapi juga dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan langsung. Ibu-ibu diajak memahami pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, sambil juga memeriksa tekanan darah untuk mendeteksi dini hipertensi.

Kegiatan ini meliputi:

  1. Sosialisasi interaktif dengan media PowerPoint
  2. Diskusi dan tanya jawab
  3. Skrining stunting pada balita (pengukuran antropometri)
  4. Pemeriksaan tekanan darah untuk deteksi hipertensi

淎ntusiasme peserta sangat tinggi. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi aktif bertanya dan antre untuk pemeriksaan kesehatan, cerita Dwi Nanda Rachman, koordinator program.

Kolaborasi Kunci Keberhasilan

Program ini melibatkan Puskesmas Licin, Klinik Parahita, dan perangkat desa, menunjukkan bahwa penanganan masalah kesehatan membutuhkan kolaborasi multipihak. Dengan pendekatan yang personal dan berbasis komunitas, peserta merasa lebih terbuka dan teredukasi.

淜ami ingin ibu-ibu tidak hanya tahu teorinya, tetapi juga paham bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, ujar Nikita Meilia Prita Dewi, anggota tim.

Dampak yang Diharapkan

Melalui program ini, diharapkan para ibu dapat menjadi agen perubahan dalam keluarga dan lingkungannya. Peningkatan pengetahuan tentang stunting dan hipertensi diharapkan dapat menurunkan angka kejadian kedua masalah kesehatan tersebut di tingkat desa.

淜ami berharap program seperti ini dapat direplikasi di desa-desa lain, karena pendekatannya mudah, murah, dan berdampak langsung, pungkas Fernando B. Garcia Jr., mitra peneliti dari Filipina.

Penulis: Jayanti Dian Eka Sari, S.KM., M.Kes.

Informasi detail tentang riset ini dapat dilihat di:

AKSES CEPAT