UNAIR NEWS Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan (HMTL) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) 51 adakan Leadership Training (LT) 2018 pada JumatMinggu (2022/7). Kegiatan itu merupakan pelatihan kepemimpinan dasar program kerja dari PSDM HMTL FST UNAIR yang wajib diikuti setiap mahasiswa teknik lingkungan yang mau memasuki tahun kedua.
Hal tersebut ditujukan sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa untuk kuliah lebih lanjut. Termasuk penanaman tiga nilai dari tujuh nilai kaderisasi yang diterapkan di HMTL. Berbeda dengan tahun lalu, LT 2018 dilaksanakan di Pangkalan TNI (Tentara Nasional Indonesia) AU (Angkatan Udara) Juanda Surabaya.
Kegiatan ini kami gunakan untuk mempersiapkan mereka mengikuti organisasi-organisasi dan kepanitiaan di kampus serta penanaman tiga nilai. Yakni, kepemimpinan, profesionalitas, dan kekeluargaan, ujar Syaifudin Ramdhani, ketua Leadership Training 2018.
Udin, panggilan akrab Syaifudin Ramdhani, menjelaskan bahwa Juanda Surabaya dipilih sebagai tempat LT 2018 bukan hanya karena cukup terjangkau dari segi biaya dan koordinasi untuk peserta serta panitia. Namun, pemilihan tersebut juga didasari atas ketersediaan fasilitas dan program pelatihan yang sangat baik.
Program itu dibagi menjadi beberapa kegiatan selama tiga hari. Yakni, pelatihan baris-berbaris, materi tentang bela negara, wawasan nusantara, dan kepemimpinan. Juga, outbond permainan psikologi lapangan dan jurit malam.
Program pelatihan di sini mempunyai esensi tersendiri. Mulai pembentukan karakter dan membangun mental peserta, sampai mental disiplin dan kerja sama, tutur Udin.
Dalam kegiatan tersebut, pelatihnya langsung berasal dari anggota TNI AU Juanda. Meski tegas dalam pelatihan, mereka tetap menyenangkan untuk peserta dengan menerapkan tiga nilai yang menjadi dasar pelatihan LT itu.
Dalam pelaksanaanya, tidak begitu banyak mengalami kendala karena dibantu pelatih di sana. Udin mengaku sempat mengalami kendala soal perijinan kegiatan di luar kampus dan koordinasi pembentukan panitia yang sedikit terlambat. Namun, berkat kerja keras panitia, kendala tersebut bisa teratasi sehingga acara itu tetap dapat berjalan tepat sesuai tanggal awal.
Untuk panitia tahun depan, ini merupakan evaluasi. Juga, dalam komunikasi dan koordinasi internal dan eksternal harus ditingkatkan serta kegiatan atau materi cadangan sebagai tambahan ketika terdapat waktu yang luang, sebut Udin.
Harapannya setelah mengikuti kegiatan tersebut, peserta LT 2018 punya nilai kerja sama tim yang bagus, manajemen waktu yang baik, serta mampu menerapkan ketiga nilai yang ditanamkan selama kegiatan. Dengan begitu, mereka mampu memberikan kebnaggan kepada UNAIR melalui bidang peminatan masing-masing. (*)
Penulis: Hilmi Putra Pradana
Editor: Feri Fenoria Rifai





