UNAIR NEWS Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) yang tergabung dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK 7 melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan gigi dan mulut kepada ibu rumah tangga di Kelurahan Sidomoro. Program Sidomoro Sehat Berseri tersebut dilaksanakan terintegrasi dalam agenda Posyandu di beberapa RW, Sabtu (24/01/2026) hingga Kamis (29/01/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari usaha kolektif mahasiswa untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3 yakni Good Health and Well Being.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis tentang kesehatan mulut sekaligus mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga. Pelaksanaan kegiatan secara berkelanjutan di posyandu setiap RW memungkinkan mahasiswa menjangkau lebih banyak peserta tanpa mengganggu rutinitas masyarakat.
Edukasi Gigi dan Mulut Lewat Pendekatan Posyandu
Kegiatan edukasi ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas, dengan materi yang disampaikan oleh Fiola Beta Resti dari Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫. Ia memberikan penjelasan mengenai perbedaan antara gigi susu dan permanen, ciri-ciri gigi sehat versus sakit, serta penyebab umum gigi berlubang.
Selain itu, sesi edukasi juga membahas cara dan waktu menyikat gigi yang benar serta pentingnya menjaga kebersihan tangan dan lingkungan rumah sebagai bagian dari PHBS. Metode penyampaian materi yang komunikatif dan relevan dirancang agar ibu-ibu dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.
Fiola menegaskan bahwa peran ibu sangat menentukan dalam membentuk kebiasaan hidup sehat di keluarga. 淜ebiasaan menyikat gigi dan menjaga kebersihan dapat dimulai dari rumah. Ibu memiliki peran besar dalam membentuk perilaku sehat anak sejak dini, ujarnya langsung dalam salah satu sesi penyuluhan. Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya edukasi berbasis keluarga dalam konteks kesehatan masyarakat.
Interaksi antara mahasiswa dan peserta selama kegiatan berlangsung berjalan aktif dan dinamis. Ibu-ibu peserta mulai mengaitkan materi yang diperoleh dengan kebiasaan anak mereka, seperti frekuensi menyikat gigi dan konsumsi makanan manis. Setiap sesi juga dilengkapi dengan pertanyaan evaluasi sederhana agar pemahaman dasar terkait topik kesehatan gigi dapat terukur dengan baik.
Dampak Program terhadap Kualitas Kesehatan Masyarakat
Hasil evaluasi sederhana menunjukkan bahwa pemahaman peserta mengenai kesehatan gigi dan perilaku hidup bersih mengalami peningkatan setelah mengikuti kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan mahasiswa mampu memberikan dampak positif dalam jangka pendek.
Melalui program Sidomoro Sehat Berseri, mahasiswa KKN-BBK 7 berharap edukasi kesehatan gigi dan mulut yang telah diberikan dapat terus berlanjut bahkan menjadi kebiasaan di lingkungan keluarga masing-masing. Langkah ini bukan hanya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.
Sinergi antara civitas akademika dengan masyarakat diharapkan dapat memperkuat fondasi edukasi kesehatan secara struktural dan berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup keluarga di Kelurahan Sidomoro.
Penulis: Riska Rahmadianita





