Nanoteknologi memiliki domain luas yang mencakup biologi, kimia, fisika, dan teknik. Istilah “nano” berasal dari kata Yunani yang berarti “kerdil”, dan mengacu pada partikel dengan dimensi berkisar antara 1 hingga 100 nanometer. Aspek mendasar dari nanoteknologi melibatkan penciptaan nanopartikel dengan berbagai ukuran, bentuk, dan struktur.
Sintesis nanopartikel ini sangat penting di bidang ini. Karena dimensinya yang minimal dan luas permukaan yang besar dibandingkan dengan volumenya, nanopartikel menunjukkan sifat fisik yang berbeda dibandingkan dengan partikel berukuran besar. Karakteristik unik ini mencakup atribut seperti listrik, magnet, dan optik. Bio-manufaktur nanopartikel adalah bidang yang sangat dinamis dalam ilmu nano dan teknologi. Berbagai metode kimia dan fisik menghasilkan nanopartikel, termasuk logam seperti perak.
Nanopartikel perak (AgNPs) telah menarik banyak perhatian karena karakteristik uniknya, yang mencakup kemampuan reduksi yang signifikan, reaktivitas fotoelektrokimia, konduktivitas listrik yang baik, dan sifat antibakteri. Selain penerapannya di bidang pertanian, biosensor, dan tekstil, AgNP telah diperluas hingga mencakup desinfeksi air, radiasi ultrasonik, ablasi laser, pendinginan evaporatif, deposisi uap kimia, sintesis akibat ledakan, impregnasi, ko-presipitasi, sol-gel, deposisi-presipitasi, gelombang mikro, dan mikroorganisme hanyalah beberapa proses yang digunakan untuk membuat AgNP. Namun, sintesisnya perlu dilakukan dengan cara yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.
Salah satu metode sadar ekologi adalah pembuatan AgNP dengan menerapkan ekstrak tumbuhan sebagai zat reduktif dan penstabil. Berbagai varietas tanaman, seperti Jatropha curcas, Capsicum annuum, Argemone mexicana, Ocimum sanctum, Ficus benghalensis, dan Hibiscus rosa-sinensis, telah terbukti efektif dalam mengubah ion perak (Ag+) menjadi nanopartikel perak metalik (Ag0). Publikasi terbaru menyoroti potensi pemanfaatan bahan limbah pertanian yang hemat biaya. Investigasi sebelumnya juga mengungkapkan bahwa AgNP menunjukkan sifat anti kanker, antioksidan, dan anti biofilm. Di berbagai bidang, termasuk pengolahan air, tekstil, pengawetan makanan, dan aplikasi medis, AgNPs terutama telah digunakan untuk memerangi pertumbuhan bakteri.
Ekstrak Biji Anggur
Ekstrak biji anggur mengandung banyak metabolit sekunder dan senyawa polifenol, yang konsentrasinya tinggi dan memiliki sifat antibakteri terhadap berbagai patogen, termasuk bakteri Gram negatif dan Gram positif. Kekayaan unsur-unsur seperti vitamin C dan E, serta flavonoid, dalam biji anggur berkontribusi memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi efek penuaan. Proanthocyanin dan resveratrol menonjol di antara antioksidan kuat dalam ekstrak biji anggur dan daging anggur.
Keberhasilan pemanfaatan nanopartikel perak yang berasal dari ekstrak biji anggur dalam fotoinaktivasi bakteri disebabkan oleh sifat antibakteri dan sifatnya yang tidak beracun. Secara spesifik pada konsentrasi 2 mM mampu meningkatkan secara signifikan persentase kematian bakteri Escherichia coli sebesar 67% dan kematian bakteri Staphylococcus aureus sebesar 69,01%, menunjukkan kemanjuran yang lebih besar terhadap bakteri gram positif karena dinding selnya lebih rentan dibandingkan bakteri gram negatif. Penerapan penyinaran laser biru pada panjang gelombang 405 nm dengan AgNPS reduktor ektrak biji anggur 1 mM mengakibatkan kematian bakteri Escherichia coli sebesar 83,80%, dan Staphylococcus aureus sebesar 87,01% dengan waktu penyinaran selama 180 detik.
Penulis : Prof. Dr. Suryani Dyah Astuti, S.Si., M.Si.
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC10843232/





