Prevalensi periodontitis berat pada tahun 2010 secara global adalah 10,8%, kondisi tersebut mempengaruhi 743 juta orang di seluruh dunia dan merupakan penyakit paling umum yang menempati urutan keenam secara global. Beban global penyakit periodontal meningkat sebesar 25,8% antara tahun 2006 dan 2016. Sedangkan di Indonesia, perkiraan prevalensi periodontitis parah lebih tinggi daripada rata-rata global. Penyakit tersebut secara signifikan berdampak pada kesehatan mulut, kesehatan umum, dan kualitas hidup seseorang. Penyakit periodontal merupakan penyebab utama kehilangan gigi dan terkait dengan penyakit tidak menular (PTM).
Sindrom metabolik (MetS), yang saat ini menjadi epidemi global merupakan salah satu PTM yang terkait dengan penyakit periodontal. MetS juga diduga mempengaruhi periodontitis melalui mekanisme umum stres oksidatif. Kenyataanya telah dikemukakan bahwa penduduk Asia mungkin memiliki karakteristik metabolisme yang berbeda, termasuk peningkatan persentase lemak tubuh, deposisi lemak perut dan visceral, dan pengurangan massa otot dan jaringan ikat. Selain itu masih jarang penelitian yang melaporkan kondisi klinis periodontal dari sampel usia dewasa di Indonesia
Hal inilah yang mendasari kolaborasi tim peneliti UNAIR dengan University of Debrecen, Hungary untuk melakukan penelitian. Khususnya penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara MetS dan komponen terkait penyakit periodontal pada usia dewasa di Indonesia.
Faktanya hubungan antara MetS dan periodontitis, masih belum jelas apakah keberadaan MetS atau jumlah komponennya yang memiliki efek aditif pada periodontitis. Besarnya hubungan antara MetS dan penyakit periodontal mungkin juga bervariasi tergantung pada populasi penelitian atau etnis. Sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi penyakit periodontal pada usia dewasa cukup tinggi serta seseorang dengan hiperglikemia harus diperiksa untuk penyakit periodontal.
Dengan adanya penelitian ini, tim berharap perlu adanya strategi pencegahan penyakit mulut ke dalam pengelolaan penyakit sistemik sehingga dapat mengurangi beban penyakit tersebut. Serta diharapkan pada penelitian selanjutnya diperlukan studi longitudinal untuk mengeksplorasi hubungan temporal MetS dan komponennya dengan penyakit periodontal
Penulis: Tim
Referensi: Santoso, CMA., Bramantoro, T., Kardos, L., Szak谩cs, DF., Nagy, A. Metabolic syndrome and periodontitis among adults: The 2018 Indonesia National Health Survey. Journal of Clinical Periodontology. 2022:1-11.





