UNAIR NEWS – Sampah organik rumah tangga masih menjadi persoalan krusial dalam pengelolaannya di berbagai wilayah. Menjawab hal ini, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 meluncurkan program inovatif GEBOTANI (Gerakan Eco-enzyme dan Botol Tanaman Mandiri). Program ini bertujuan mengatasi persoalan sampah di RW 04 Dukuh Sutorejo dengan mengajak masyarakat mengolah sampah organik menjadi pupuk organik cair (eco-enzyme) yang bermanfaat bagi tanaman dan pertanian skala rumah tangga.
Pelaksanaan program kerja ini berfokus pada edukasi praktis melalui sosialisasi dan demonstrasi langsung pembuatan eco-enzyme yang diikuti secara antusias oleh ibu-ibu PKK, KSH (Kader Surabaya Hebat), serta warga RW 04 Dukuh Sutorejo. Melalui pendampingan ini, tim BBK mengajarkan teknik sederhana pembuatan eco-enzyme menggunakan daun kering, sisa kulit buah dan sayuran, gula merah, serta air cucian beras yang difermentasi dalam galon bekas air mineral sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
淪ampah dapur seperti kulit pisang, jeruk, sisa sayuran memiliki nilai ekonomi dan ekologi tinggi jika diolah benar. Eco-enzyme hasil fermentasi satu bulan dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair serta aktivator pengomposan,漥elas Azizah selaku Koordinator Program Kerja GEBOTANI.
Selain eco-enzyme, program ini juga mengenalkan konsep Botol Tanaman Mandiri, yaitu pemanfaatan botol bekas sebagai pot vertikal untuk menanam bunga krokot yang dipupuk menggunakan eco-enzyme hasil produksi sendiri. Inisiatif ini menciptakan siklus zero waste yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga serta sejalan dengan komitmen 51动漫 dalam mendukung SDGs poin ke-9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Diharapkan setelah program berakhir, GEBOTANI dapat terus dijalankan secara mandiri oleh warga. Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah eco-enzyme yang dihasilkan, tetapi juga dari terbentuknya kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab demi lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Penulis: Tim KKN-BBK Dukuh Sutorejo 3.





