51动漫

51动漫 Official Website

Skrining Senyawa Bioaktif pada Rafflesia sp. dan Sapria sp. sebagai Anti-SARS-CoV-2 dengan Metode In Silico

Virus corona adalah virus yang sangat menular dan termasuk dalam famili Coronaviridae. Virus ini mempunyai kemampuan untuk menginfeksi berbagai hewan, yaitu kelelawar, unta, musang, dan termasuk manusia. Virus ini dikelanl luas saat mewabah diseluruh dunia pada akhir 2019 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan sebagai pandemi, yaitu SARS-CoV-2. Interaksi spesifik antara berbagai reseptor dalam sel manusia memainkan peran penting dalam masuknya virus ini. Enzim pengonversi angio-tensin 2 (ACE2), transmembran protease serine 2 (TMPRSS2), furin, dan cathepsin L (CTL) bertanggung jawab atas masuknya SARS-CoV-2 melalui interaksi dengan lonjakan glikoprotein. Setelah interaksi, SARS-CoV-2 dapat memasuki sel inang melalui endositosis dan memulai infeksi. Saat ini, obat antivirus berlisensi seperti remdesivir, lopinavir, dan favipiravir belum menunjukkan kemanjuran penuh. Oleh karena itu, penemuan obat secara in silico direkomendasikan untuk skrining senayawa bioaktif dengan cepat. Kandidat obat yang menjanjikan kemudian dapat dinilai lebih lanjut dalam uji klinis.

Negara-negara Asia Tenggara memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, termasuk flora holoparasit yang unik seperti Rafflesia sp., Sapria sp., dan Rhizanthes sp. yang termasuk dalam famili Rafflesiaceae. Tanaman ini dapat digunakan untuk pengobatan demam, pendarahan, sakit punggung, minuman berenergi, dll. Analisis in silico telah digunakan dalam penelitian sebelumnya yang menargetkan berbagai protein penyakit manusia, termasuk target antivirus. Namun, belum ada penelitian yang mengeksplorasi potensi senyawa bioaktif dari tanaman ini dalam uji klinis pada hewan dan manusia, khususnya sebagai agen anti-SARS-CoV-2. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan analisis in silico untuk mengevaluasi senyawa bioaktif dari Rafflesia sp. dan Sapria sp. melawan ACE2, TMPRSS2, furin, dan CTL, yang bertujuan untuk menemukan obat anti-SARS-CoV-2.

Pada tanaman Rafflesia sp. dan Sapria sp. mengandung 22 senyawa bioaktif, seperti caffeine, nicotine, catechin, asam salisilat, leucoanthocyanidin, asam ellaguc, dll. Berdasarkan analisis secara in silico mengungkapkan bahwa leucoanthocyanidin, asam ellagic, dan catechin berfungsi sebagai inhibitor ganda, menargetkan enzim pengonversi angiotensin 2 (ACE2), transmembran protease serine 2 (TMPRSS2), furin, dan cathepsin L untuk aktivitas antivirus. Hal ini dikarenakan memiliki nilai binding affinities lebih kecil dibandingkan dengan kontrol yaitu valrubicin dan diminazene. Namun Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.

Penulis:  Teguh Hari Sucipto, Arif Ansori, Rahadian Zainul, dkk.

Judul Artikel: Bioactive compounds screening of Rafflesia sp. and Sapria sp. (Family: Rafflesiaceae) as anti-SARS-CoV-2 via tetra inhibitors: An in silico research

Informasi detail tentang artikel ilmiah ini dapat dilihat di: https://jppres.com/jppres/rafflesia-sp-and-sapria-sp-against-sars-cov-2/

AKSES CEPAT