51动漫

51动漫 Official Website

Gambaran Prosedur Perijinan Laik Etik Penelitian Kolaboratif Internasional

Saat ini terdapat peningkatan minat riset kolaboratif yang melibatkan peneliti dari berbagai negara. Riset kolaboratif antar negara mempunyai dampak positif yaitu peningkatan kapasitas peneliti dan tercapainya kesetaraan secara global (Murphy et al., 2015). Namun riset kolaboratif juga memiliki beberapa tantangan, salah satunya adalah dalam hal perijinan etik penelitian. Penelitian memerlukan praktik etika yang berkualitas tinggi. Namun, prosedur laik etik dalam penelitian berbeda-beda antara negara maju dan berkembang menghasilkan tantangan tambahan bagi para peneliti yang ingin berpartisipasi dalam proyek penelitian kolaboratif.

Artikel yang diterbitkan di Jurnal Ners pada terbitan September 2023 mendeskripsikan tentang proses pengurusan perijinan laik etik penelitian kolaboratif yang melibatkan peneliti dari Indonesia dan Australia dalam 3 proyek penelitian di kota Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Peneliti yang terlibat dalam proyek penelitian tersebut secara reflektif menjelaskan tentang proses penerapan etika penelitian pada proyek yang sedang dikerjakan.

Berdasarkan 3 proyek yang berbeda tersebut didiskusikan persamaan, perbedaan dan tantangan yang ditemui sehingga bisa memberikan gambaran kepada pembaca mengenai proses perijinan laik etik penelitian yang melibatkan 2 negara. Secara umum beberapa hal penting yang bisa disimpulkan dari ketiga proyek penelitian tersebut adalah periode waktu yang berbeda-beda untuk proses persetujuan etika, perbedaan prosedur perijinan laik etik, ketidakkonsistenan pembayaran biaya administrasi, dan masalah transparansi selama proses mendapatkan izin. Rekomendasi yang diberikan dari penelitian ini adalah perlunya konsistensi dalam prosedur perijinan laik etik sehingga bisa menghindari keterlambatan persetujuan yang diberikan. Selain itu perlu adanya penyederhanaan proses permohonan uji laik etik di Indonesia, terutama sejak diperkenalkannya Standar Operasional Prosedur perijinan etik penelitian dari WHO pada Maret 2022. 

Penulis: Wendy Abigail, Yulia Yulia, Juliana Christina, Retnayu Pradanie

Jurnal: The complexities of human procedural nursing research ethical approval processes in Indonesia

AKSES CEPAT