51动漫

51动漫 Official Website

Soroti Isu Pendidikan, Mahasiswi UNAIR Jadi Best Speaker Forum Internasional

Zaneta Aaqilah Salsabila, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, terpilih sebagai Best Speaker dalam program Student Outbound Part-Time (Foto: Istimewa)
Zaneta Aaqilah Salsabila, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, terpilih sebagai Best Speaker dalam program Student Outbound Part-Time (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Mahasiswa (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Zaneta Aaqilah Salsabila, mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, terpilih sebagai nominasi Best Speaker dalam program Student Outbound Part-Time yang merupakan konferensi bertaraf internasional, yaitu International Youth Fellowship (IYF) Chapter 2. Ajang tersebut diselenggarakan oleh Indonesian Youth Impact pada 20 23 Mei 2025 di Malaysia.

Kegiatan berskala internasional ini melibatkan pemuda dari berbagai wilayah di Indonesia dengan panelis internasional dari UNITAR International University, Malaysia sebagai mitra akademik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, wawasan global, serta kepedulian terhadap isu-isu sosial, khususnya di bidang pendidikan. Dalam kegiatan ini, Zaneta tergabung dalam tim EDUVIBE yang terdiri dari sejumlah peserta dengan ide dan program masing-masing yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui pemanfaatan teknologi informasi, Zaneta mengangkat program bertajuk 淓DUTALKS: Technology for Life. Zaneta mengembangkan sebuah platform pembelajaran digital yang menggabungkan podcast edukatif di Spotify dan website interaktif sebagai media belajar yang mudah diakses dan fleksibel. Hal ini sejalan dengan program SDGs terkait pendidikan berkualitas tinggi (high-quality education). Podcast ini menghadirkan konten-konten pembelajaran dan pengembangan diri yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami dengan pembahasan ringan namun mendalam.

Salah satu rangkaian acara dalam forum internasional yang diikuti Zaneta (Foto: Istimewa)

Program ini lahir dari keresahan akan masih tingginya ketimpangan akses pendidikan dan literasi digital, serta berupaya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan generasi muda saat ini. Presentasi Zaneta mendapat apresiasi tinggi dari para panelis internasional karena solusi yang ditawarkan bukan hanya inovatif. Tetapi juga aplikatif, relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, dan potensial untuk diterapkan secara luas, dan relevan dengan konteks pendidikan modern.

Berkat kontribusinya tersebut, Zaneta dinominasikan sebagai best speaker dalam forum internasional tersebut. 淪aya merasa bersyukur bisa mendapat kesempatan ini. Bagi saya, ini bukan hanya soal berbicara di depan umum, tetapi juga tentang menyampaikan gagasan yang berangkat dari keresahan nyata akan dunia pendidikan. Kami percaya bahwa teknologi seharusnya jadi jembatan, bukan jurang, dalam proses belajar, ujar Zaneta.

Prestasi ini tentu membawa nama baik UNAIR, khususnya FKM di kancah internasional. Selain itu, pencapaian Zaneta harapannya bisa menginspirasi teman-teman mahasiswa lainnya untuk terus berani bersuara dan aktif berkontribusi. Baik di tingkat nasional maupun internasional.

Semangat seperti ini penting agar semakin banyak generasi muda Indonesia yang tampil sebagai agen perubahan dan membawa nama bangsa di panggung dunia, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Nominasi best speaker ini membuktikan bahwa meski masih di semester II (awal perkuliahan), mahasiswa Indonesia dapat memberikan kontribusi nyata dalam forum internasional dan berperan aktif dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Penulis: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT