51动漫

51动漫 Official Website

Tim UNAIR Juarai Kompetisi Debat Nasional Kebidanan AIPKIND

Tim 51动漫 pada gelaran PIT AIPKIND (Foto: Koleksi Pribadi)
Tim 51动漫 pada gelaran PIT AIPKIND (Foto: Koleksi Pribadi)

UNAIR NEWS – Tim 51动漫 (UNAIR) sabet penghargaan dalam kompetisi debat ilmiah, yang terselenggara oleh Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND). Kompetisi ini terselenggara pada Pertemuan Ilmiah Tahunan AIPKIND, Jumat (30/5/2025), di Harris Hotel and Conventions, Bekasi.听

Tim mahasiswa UNAIR beranggotakan Bianca Bunga Cinta Dewi, Kiqueen Bintha Kinasih, dan Riris Putricia Vedo Refa Simbolon. Ketiganya merupakan mahasiswa Pendidikan Profesi Bidan, UNAIR. Tim tersebut di bawah bimbingan dua dosen Kebidanan yakni Woro Setya Ningtyas SKebBd MKes dan Agnestia Naning Dian Lovita SKebBd MKeb.听

Bianca mewakili timnya mengatakan bahwa pada lomba debat tersebut, terdapat peran untuk masing-masing anggota. 淜iqueen Bintha Kinasih sebagai pembicara satu, Riris Putricia Vedo Refa Simbolon sebagai pembicara dua, dan saya berperan sebagai pembicara tiga, jelasnya. 

Peran tersebut mempunyai tugas tersendiri. Pembicara satu sebagai pembuka debat dan menyampaikan poin-poin argumen yang mendukung tim sesuai mosi. Sementara itu, pembicara dua sebagai penyampai data sesuai mosi. Pembicara tiga yang mengelaborasi argumentasi pembicara satu dan dua, serta menegaskan kembali argumen sesuai posisi tim dalam debat.听

Pada babak penyisihan terdapat delapan mosi dalam debat. Mosi yang diberikan mulai dari Dewan ini percaya bahwa persalinan di rumah (home birth) sebaiknya dilarang demi keamanan ibu dan bayi. Hingga Dewan ini percaya bahwa TPMB seharusnya dilarang melayani persalinan risiko tinggi dalam kondisi apa pun.听

Tim Bianca berkesempatan menjadi tim pro pada mosi yang membahas tentang pelarangan Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB). Khususnya dalam melayani persalinan risiko tinggi dalam kondisi apapun. 淜ami mendukung mosi tersebut agar TPMB dilarang melayani persalinan risiko tinggi dalam kondisi apa pun. Demi keselamatan ibu dan bayi serta kualitas pelayanan kebidanan, katanya.

Hal tersebut tidak serta merta terlontar tanpa alasan, Bianca dan timnya memberi argumen bahwa rancangan TPMB berguna untuk menangani persalinan normal dan fisiologis dengan peralatan dasar. Banyak TPMB yang belum memiliki fasilitas dan peralatan untuk menangani kegawatdaruratan obstetri.

Selain itu, Bianca dan tim juga melontarkan argumen pendukung lainnya. 淩ekomendasi WHO dan Kementerian Kesehatan Indonesia, persalinan risiko tinggi harus ditangani di fasilitas yang memiliki kemampuan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi dasar (PONED) atau lengkap (PONEK), ungkapnya. 

Terakhir, tim Bianca menyampaikan bahwa persalinan risiko tinggi membutuhkan intervensi yang cepat dan tepat. Seperti operasi sesar, penanganan perdarahan, dan perawatan neonatal intensif yang hanya tersedia di rumah sakit atau fasilitas PONED/PONEK. Memberikan kewenangan kepada TPMB untuk menangani kasus risiko tinggi dapat meningkatkan risiko komplikasi, kematian ibu, dan bayi yang sebenarnya bisa dicegah dengan rujukan yang tepat waktu

Pada babak final tim mendapatkan tema mosi kemudian baru memperoleh mosinya. 淭ema mosi pada saat final ialah Rebranding Citra Bidan di Indonesia: Kolaborasi Berkelanjutan antara Praktik, Pendidikan, dan Penelitian untuk Menyelaraskan Regulasi dan Realitas: Masa Depan Praktik Profesional Bidan, jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pada final timnya juga mendapatkan peran sebagai pihak pro. 淜ita mendukung bahwa kedepannya kebidanan tidak hanya berfokus pada pelayanan saja. Melainkan juga perlu kolaborasi dan penelitian dalam pendidikan kebidanan demi peningkatan kualitas pelayanan, tegasnya.  

Penulis: Rizma Elyza 

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT