UNAIR NEWS Tiga mahasiswa Fakultas Hukum () 51动漫 (UNAIR) angkatan 2024 yang tergabung dalam tim Marsinah sukses menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Kompetisi Debat Hukum Nasional UNESA 5 Law Fair 2025. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya PSDKU Magetan dengan mengusung tema besar The Welfare of the People is the Supreme Law.
Tim yang beranggotakan Nendria Larasati (pembicara pertama), Marselia Dwi Nofitasari (pembicara kedua), dan Tiffenie Yantono Widarto (pembicara ketiga) berhasil menunjukkan performa terbaik mereka di hadapan tim-tim kuat dari berbagai perguruan tinggi ternama. Termasuk Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menurut Nendria, tema lomba yang menekankan bahwa hukum pada akhirnya harus berpihak pada kesejahteraan rakyat menjadi pijakan utama tim Marsinah dalam merumuskan argumen. 淏anyak argumen kami yang menyinggung soal keadilan sosial, hak masyarakat, dan bagaimana hukum bisa benar-benar hadir untuk rakyat, ungkapnya.
Strategi Kekompakan dan Manifestasi Positif
Dalam prosesnya, tim Marsinah mengandalkan kekompakan, saling dukung, serta menjaga hubungan baik agar terhindar dari konflik. Menariknya, Nendria menambahkan bahwa sejak awal dirinya percaya pada kekuatan manifesting. 淒ari awal sudah menanam mindset positif kalau hasilnya bakal baik, dan ternyata itu bikin kita lebih optimis sepanjang jalan, tuturnya.

Selain itu, mereka menekankan pentingnya saling dukung. Khususnya saat rasa lelah atau overthinking melanda. Motivasi kecil antaranggota terbukti berdampak besar saat tampil di podium.
Persiapan Mandiri
Berbeda dengan beberapa tim lain, tim Marsinah menempuh proses persiapan secara mandiri tanpa asistensi kakak tingkat maupun dosen. Mereka melakukan latihan intensif, brainstorming isu-isu hukum, hingga simulasi debat bersama. 淜adang berat juga, tapi karena saling memberi masukan, prosesnya jadi jalan terus sampai akhirnya bisa tembus final, jelas Nendria.
Salah satu tantangan terbesar muncul pada sesi case building. Dengan waktu hanya 20 menit, tim dituntut menyusun argumen berdasarkan mosi yang baru diberikan saat lomba berlangsung. Hal itu menjadi momen paling menegangkan sekaligus melatih kecepatan berpikir.
Kemenangan yang Berarti
Bagi Nendria dan rekan-rekannya, kemenangan yang ia raih bukan sekadar hasil akhir. Melainkan wujud nyata dari kerja keras, kebersamaan, serta keyakinan yang konsisten mereka bangun sejak awal. 淒ari sering mengucapkan hal-hal positif sampai bercanda ganti nama grup jadi 榯im juara, ternyata semua doa dan usaha itu terbayar, ujarnya.
Melalui capaian ini, Tim Marsinah berharap dapat memberi inspirasi bagi mahasiswa FH UNAIR lainnya untuk semakin berani tampil dan berprestasi di kancah nasional. 淧esannya sederhana, jangan mudah menyerah, terus berjuang sampai bisa membawa pulang kejuaraan, pungkas Nendria.
Penulis: Muhammad Afriza Atarizki
Editor: Yulia Rohmawati





