Pernahkah Anda merasa tidak nyaman setelah mencabut gigi karena darah tak kunjung berhenti? Selain membuat risih, perdarahan yang lama juga bisa memicu infeksi. Biasanya dokter gigi menggunakan kapas atau spons medis untuk menekan area pencabutan, tetapi bahan konvensional ini punya kelemahan: daya serapnya terbatas, sulit terurai dalam tubuh, dan tidak bisa melawan bakteri.
Melihat tantangan ini, tim peneliti dari 51动漫 yang diketuai Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg, M.Kes, S.Bio, CCD dari Fakultas Sains dan Teknologi 51动漫 mengembangkan spons hemostatik baru yang tidak hanya menghentikan perdarahan, tetapi juga memiliki efek antibakteri alami. Spons ini terbuat dari chitosan (turunan cangkang udang), gelatin (protein dari kulit sapi), serta ekstrak kulit buah delima. Hasilnya? Sebuah bahan yang mampu menghentikan perdarahan sekaligus mencegah infeksi.
Mengapa Harus dengan Kulit Delima?
Selama ini kulit delima sering dianggap limbah, padahal mengandung senyawa fenolik, seperti asam galat dan ellagik, yang memiliki sifat antibakteri kuat. Senyawa ini mampu menghambat pertumbuhan kuman berbahaya seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang sering ditemukan di rongga mulut.
Dengan memasukkan ekstrak kulit delima ke dalam spons, peneliti menciptakan bahan medis alami yang tak hanya menyerap darah, tapi juga melindungi area luka dari serangan bakteri.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Spons ini dirancang melalui teknik pembekuan khusus sehingga memiliki struktur berpori. Spons memiliki cara kerja sebagai berikut : 1).Menyerap darah dengan cepat melalui struktur berpori hasil teknik pembekuan (freeze-drying) membuat spons bisa menyerap cairan hingga 9 kali beratnya sendiri., 2).Mempercepat penggumpalan karena gelatin membantu menangkap sel darah merah dan trombosit, sehingga proses penggumpalan berlangsung lebih cepat ,3). Mencegah infeksi karena kombinasi chitosan dan kulit delima yang memiliki aktivitas antibakteri ,4). Terurai alami dalam waktu sekitar 1012 hari sehingga tidak perlu diangkat kembali.
Bahan hemostatik yang efektif mengurangi jumlah patogen, meredakan peradangan, dan mempercepat proses penyembuhan luka sangat penting untuk aplikasi praktis. Dari uji laboratorium pada penelitian ini, spons inovatif ini menunjukkan hasil yang menjanjikan yaitu daya serap tinggi hingga 927% dari beratnya, waktu pembekuan lebih singkat, sekitar 161190 detik yang lebih cepat daripada dengan kasa dan produk agen hemostatik komersial, efek antibakteri nyata terhadap bakteri Gram-negatif (E. coli) dan Gram-positif (S. aureus), mampu menghambat pertumbuhan bakteri Sifat antibakteri spons dipengaruhi oleh kemampuan antibakteri dari kitosan, dengan mekanisme yang melibatkan interaksi elektrostatik antara rantai kitosan kationik dan membran sitoplasma bermuatan negatif, yang kemudian menghambat transpor membran. Secara khusus, efek antibakteri yang sedikit meningkat diamati setelah penambahan ekstrak kulit delima. Hal ini disebabkan oleh kemampuan fenol bebas untuk memasuki sel bakteri dan mengganggu proses metabolismenya. aman digunakan, tidak merusak sel darah merah. Dan tentu yang tak kalah pentingnya adalah bahan memiliki biokompatibilitas tinggi, dalam arti dapat bahan dapat diterima tubuh dan tidak merusak/ menyebabkan sel darah merah lisis/ mati (kadar hemolisis <2%), sehingga aman digunakan.
Dry socket adalah bekuan darah di soket gigi gagal terbentuk atau terlepas terlalu cepat yang dijumpai pada tulang dan saraf terbuka dan menimbulkan nyeri hebat, bau mulut, serta penyembuhan yang lebih lama. Spons hemostatik membantu menjaga stabilitas bekuan darah dan mencegah kolonisasi bakteri di area luka melalui mekanisme :
- Menyerap darah dan mempercepat bekuan
a. Struktur berpori menyerap darah dengan cepat.
b. Gelatin dan chitosan mempercepat adhesi trombosit 鈫 bekuan darah terbentuk stabil. - Menjaga bekuan tetap di tempat
a. Spons menempel pada soket gigi sehingga bekuan tidak mudah terlepas karena aktivitas makan, minum, atau pergerakan lidah. - Mencegah pertumbuhan bakteri
a. Chitosan bersifat antibakteri alami.
b. Jika ditambah ekstrak kulit delima, makin kuat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab infeksi (Streptococcus, Staphylococcus, anaerob). - Menutup soket secara fisik
a. Spons bertindak seperti 渂arrier yang melindungi tulang dan saraf dari paparan makanan, udara, atau trauma mekanis. - Biodegradable dan bioaktif
a. Spons larut atau terurai perlahan (1014 hari), seiring dengan terbentuknya jaringan granulasi baru.
b. Proses ini mendukung penyembuhan jaringan tulang dan gusi lebih cepat
Inovasi spon hemostatik berbasis kitosan gelatin dengan penambahan ekstrak kulit delima dapat membantu pasien gigi dalam hal mengurangi perdarahan berkepanjangan setelah pencabutan, menekan risiko komplikasi seperti dry socket, menyembuhkan luka lebih cepat dan nyaman dan mengurangi penggunaan bahan sintetis dengan memanfaatkan limbah alami.
Spons hemostatik dari kulit delima adalah bukti bahwa limbah bisa diubah menjadi inovasi bermanfaat. Dengan sifatnya yang efektif, antibakteri, aman, dan ramah lingkungan, produk ini berpotensi besar digunakan di klinik gigi maupun rumah sakit.
Penulis: Prof. Dr. Prihartini Widiyanti, drg, M.Kes, S.Bio, CCD
Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada:





