51动漫

51动漫 Official Website

STABILITAS KUALITAS DNA SWAB BUCCAL DALAM PENYIMPANAN 14 HARI ( Implikasi analisis genetik forensik )

Foto by: Alodokter

Stabilitas DNA yang berasal dari swab bukal tidak hanya memudahkan penggunaannya dalam penelitian, tetapi juga meningkatkan potensi aplikasinya dalam diagnosis klinis dan investigasi forensik. Dalam analisis DNA forensik individu hidup, darah dan swab bukal umumnya digunakan sebagai sumber materi genetik. Meskipun pengambilan darah memerlukan prosedur invasif yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, swab bukal menyediakan alternatif non-invasif dan tanpa rasa sakit untuk mendapatkan sampel DNA. Namun, karena kondisi geografis Indonesia, pengiriman sampel ke laboratorium genetik sering kali memerlukan waktu transit/penyimpanan yang lama.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas DNA yang diperoleh dari usap bukal dengan membandingkan hasil segera setelah ekstraksi dengan hasil yang diperoleh setelah penyimpanan. Kemurnian DNA rata-rata (A260/A280) relatif stabil dari hari ke-0 hingga hari ke-14, berkisar antara 1,75 hingga 1,96. Konsentrasi DNA menunjukkan sedikit fluktuasi, dengan nilai tertinggi tercatat pada hari ke-14 (597,70 mikrogram per mililiter) dan terendah pada hari ke-7 (516,90 mikrogram per mililiter). Tidak ada variasi signifikan yang diamati baik dalam kemurnian maupun konsentrasi DNA seiring waktu. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa DNA yang diekstraksi dari usap bukal mempertahankan kualitas optimal hingga 14 hari penyimpanan, asalkan kondisi penyimpanan optimal diperhatikan.

Selain itu, pengambilan swab bukal berbiaya rendah, tidak menimbulkan rasa sakit, dan tidak memerlukan kondisi penyimpanan khusus di titik pengambilan. Manfaat-manfaat ini secara signifikan meningkatkan kepatuhan peserta dan memungkinkan studi genetik dan forensik skala besar atau berbasis lapangan, terutama di daerah terpencil atau terbatas sumber daya. Namun, terlepas dari kelebihannya, swab bukal bukannya tanpa keterbatasan.

Seperti banyak penelitian lainnya, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu dipertimbangkan. Keterbatasan utama adalah ukuran sampel yang relatif kecil, yang dapat mengurangi kekuatan statistik temuan. Penelitian selanjutnya dengan populasi sampel yang lebih besar diperlukan untuk memastikan generalisasi hasil. Selain itu, penelitian ini tidak mengevaluasi integritas DNA, yang merupakan parameter krusial untuk menilai kualitas DNA secara keseluruhan. Meskipun kemurnian dan konsentrasi tetap stabil hingga 14 hari, integritas DNA (misalnya, panjang fragmen dan degradasi) dapat memberikan wawasan berharga tentang kesesuaian sampel untuk berbagai aplikasi. Teknik seperti elektroforesis atau metode berbasis spektrometri dapat membantu menentukan sejauh mana DNA tetap utuh seiring waktu

Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa DNA yang diperoleh dari swab bukal

tetap stabil dan cocok untuk analisis genetik dan forensik hingga dua minggu, dengan syarat kondisi penyimpanan yang sesuai dipertahankan.

Penulis: Prof. Dr. Ahmad Yudianto, dr., Sp.F(K)., M.Kes., SH.

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

DOI: 10.48309/jmpcr.2026.527842.1724

I Ketut Heru Suryanegara, Satria Perwira, Edwin Tambunan, Sari Nur Indahty Purnamaningsih, Ahmad Yudianto. [2025].  Stability of buccal swab DNA quality during 14 day storage: Implications for forensic and genetic analysis. J. Med. Pharm. Chem. Res. 8 (2026) 626-631

AKSES CEPAT