51动漫

51动漫 Official Website

Strategi Hasilkan Publikasi Berdampak dan Bermakna

Prof Ferry Efendi saat memberikan pembekalan soal strategi publikasi berdampak dan bermakna pada mahasiswa baru pascasarjana (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS 51动漫 (UNAIR) kembali mengukuhkan mahasiswa baru program pascasarjana semester genap tahun akademik 2025/2026. Selasa (27/1/2026) di Airlangga Convention Center (ACC) Kampus MERR-C. Usai pengukuhan, Direktorat (DITPEND) UNAIR membekali mahasiswa dengan materi penguatan akademik. Salah satunya, mengenai strategi publikasi ilmiah. Pasalnya, pada jenjang pascasarjana ini, mahasiswa tidak hanya harus menuntaskan studi, tetapi menghasilkan riset dan publikasi yang berdampak serta berintegritas.

Guru Besar Fakultas Keperawatan (FKp) UNAIR, Prof Ferry Efendi SKep Ns MSc PhD, membekali mahasiswa baru dengan strategi membangun ekosistem publikasi yang berdampak dan berintegritas. Ia menjelaskan bahwa publikasi ilmiah memiliki keterkaitan erat dengan reputasi UNAIR di tingkat global.

淜alau saya refleksi, dulu tahun 2017 awal saya kembali dari program doktor, 51动漫 masih berada di peringkat 701 dunia. Sekarang kita ada di peringkat 287 dunia versi QS Ranking. Ini bukan sekadar prestise, tetapi mandat bagi kita semua untuk menjaga keberlanjutan dampak Tri Dharma Perguruan Tinggi 51动漫, ujarnya.

Prof Ferry menambahkan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari peran aktif mahasiswa pascasarjana. Untuk itu, UNAIR telah menyiapkan ekosistem pembimbingan melalui dosen, peneliti, dan mentor kelas dunia. Termasuk peneliti yang masuk dalam daftar top dua persen dunia serta peneliti terbaik di bidang STEM dan sosial humaniora.

Lebih lanjut, Prof Ferry menyampaikan bahwa arah riset UNAIR senada dengan program SMART University yang menekankan kebermaknaan riset dan pengabdian kepada masyarakat. Publikasi yang dihasilkan harapannya relevan dengan persoalan nyata, menawarkan kebaruan solusi, serta didukung metodologi yang kuat. Karena itu, mahasiswa juga harus memilih topik riset dengan nilai field weighted citation impact (FWCI) di atas satu.

淭idak hanya referensi dan sitasi, teman-teman harus melihat masalah nyata di masyarakat, menangkap persoalan yang dialami komunitas. Lalu menyelesaikannya sesuai bidang keilmuannya masing-masing dengan budaya ilmiah yang kuat, jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, LPJPHKI hadir mengawal mahasiswa dalam tiga area utama, yakni pengembangan jurnal, publikasi, dan hak kekayaan intelektual. Kendati demikian, Prof Ferry mengingatkan bahwa publikasi merupakan proses panjang yang tidak bisa ditempuh secara instan. Standar yang ketat membuat perjalanan publikasi harus terencana sejak awal masa studi.

淪ejak semester satu itu harus sudah gas pol. Publikasi ini perjalanan panjang, tidak bisa sak dheg sak nyet. Naskah belum tentu langsung diterima setelah screening dan review. Karena itu jalurnya harus think, check, dan submit, tegas Ketua (LPJPHKI) itu.

Pada akhir, Prof Ferry menekankan pentingnya membangun kebiasaan akademik sejak dini. Termasuk menulis secara konsisten dan menjunjung tinggi integritas. 淢enulis satu sampai dua jam sehari itu cukup. Rejection itu pasti dan alami, bahkan profesor pun mengalaminya. Yang penting jangan patah semangat dan tetap menjaga integritas, termasuk menjauhi plagiarisme, pungkasnya.

Penulis: Fania Tiara Berliana M

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT