51动漫

51动漫 Official Website

Dosen FKH UNAIR Pimpin Edukasi Pencegahan DBD melalui 3M Plus di Desa Mojopuro Wetan

Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes saat memberi materi edukasi kepada warga. (Foto: Tim BBK 7 Desa Mojopuro Wetan)
Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes saat memberi materi edukasi kepada warga. (Foto: Tim BBK 7 Desa Mojopuro Wetan)

Tim Dosen Fakultas Kedokteran Hewan 51动漫 bersama Tim BBK 7 51动漫 gelar edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui penerapan 3M Plus dalam forum PKK Desa Mojopuro Wetan, Bungah, Gresik, pada Jumat (24/1/2026). Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari program kerja mahasiswa, tetapi juga mendapat pendampingan intensif dari para dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR. Para Dosen berperan aktif dalam penyampaian materi dan penguatan substansi ilmiah kepada masyarakat.

Edukasi dipimpin langsung oleh Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh MKes selaku Dosen Pembina Lapangan Tim BBK 7 Desa Mojopuro Wetan. Bersama tim dosen yang terdiri atas Dr Rochmah Kurnijasanti drh MSi, Dr Maslichah Mafruchati drh MKes, Dr Wiwiek Tyasningsih drh MKes, serta Dr Kadek Rachmawati drh MKes. Para akademisi tersebut memberikan pemaparan komprehensif mengenai karakteristik, penularan, hingga strategi pencegahan DBD berbasis pendekatan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Presentasi edukasi pencegahan DBD oleh tim dosen dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UNAIR. (Foto: Tim BBK 7 Desa Mojopuro Wetan)
Tekankan Strategi Pencegahan

Dalam paparannya, para dosen menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Mereka menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap daur hidup nyamuk yang berkembang biak di genangan air bersih sekitar rumah. Penjelasan ilmiah tersebut hadir secara komunikatif agar mudah untuk peserta pahami. Sehingga masyarakat dapat mengenali titik-titik rawan perkembangbiakan nyamuk di lingkungan masing-masing.

Para dosen juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat terapi spesifik yang dapat menyembuhkan DBD secara langsung. Penanganan medis yang tersedia berfokus pada pengurangan gejala dan pencegahan komplikasi. Oleh karena itu, mereka menekankan bahwa pencegahan merupakan strategi paling efektif dalam menekan angka kejadian DBD. Terutama, pada musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko penularan.

Konsep 3M Plus

Sebagai langkah konkret, tim dosen bersama mahasiswa memaparkan konsep 3M Plus. Konsep tersebut meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Adapun langkah 淧lus mencakup penggunaan obat anti nyamuk, pemasangan kelambu, menjaga kebersihan lingkungan, serta pemantauan jentik secara berkala. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, sehingga peserta dapat berdiskusi langsung dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Selain aspek kesehatan, para dosen turut memperluas wawasan masyarakat melalui pendekatan lintas sektor yang mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai dari limbah rumah tangga menjadi contoh implementasi SDGs poin ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Sementara itu, edukasi mengenai pentingnya pendaftaran Google Maps bagi UMKM lokal menjadi bagian dari dukungan terhadap SDGs poin ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Melalui peran aktif dan kontribusi keilmuan para dosen FKH UNAIR, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian mahasiswa. Kegiatan ini juga wujud nyata kolaborasi akademisi dan masyarakat dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan DBD secara berkelanjutan demi terwujudnya kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera. Apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan 51动漫 yang telah mendukung kegiatan BBK7 51动漫 di Desa Mojopuro Wetan, Kecamatan Bungah, kabupaten Gresik, Jawa Timur

Penulis: Dr Emy Koestanti Sabdoningrum drh Mkes

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT