Remaja seringkali mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Mengatasi dan dukungan keluarga juga terkait dengan penyesuaian ini. Namun, hubungan antara faktor-faktor tersebut dan penyesuaian diri remaja dengan orang tua yang bekerja sebagai TKI masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara coping dan dukungan keluarga dengan penyesuaian diri remaja yang memiliki orang tua yang bekerja sebagai TKI.
Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional. Sebanyak 70 remaja awal dengan orang tua bekerja sebagai TKI yang diperoleh melalui total sampling. Dalam penelitian ini strategi coping dan dukungan sosial keluarga ditetapkan sebagai variabel bebas, sedangkan variabel terikatnya adalah penyesuaian diri remaja yang memiliki orang tua sebagai pekerja migran. Kuesioner digunakan untuk mengukur hasil strategi koping, dukungan keluarga dan penyesuaian diri Remaja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Spearman Rho. Korelasi Rho Spearman dengan alfa, αset ≤ 0,05, digunakan untuk menganalisis data.
Hasil menunjukkan bahwa strategi koping (p = 0,018; r = 0,283) dan dukungan keluarga (p = 0,001; r = 0,380) berhubungan dengan penyesuaian diri Remaja dengan orang tua yang bekerja sebagai buruh Migran. Baik strategi koping maupun dukungan keluarga berkontribusi terhadap penyesuaian diri remaja yang memiliki orang tua yang bekerja sebagai TKI. Perlu adanya peningkatan prioritas konseling psikososial bagi remaja yang memiliki orang tua bekerja sebagai TKI dan mendidik keluarganya untuk meningkatkan perhatian dan mendukung perkembangan remaja yang tepat.
Penulis: Praba Diyan Rachmawati, S.Kep., Ns., M.Kep.
Jurnal:





