Pada masa pandemi Covid-19, dimana terjadi perubahan dalam proses belajar mengajar utamanya dari pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah atau dikenal juga dengan BDR (Belajar Dari Rumah), SFH (Study or School From Home). Tujuannya adalah memastikan pemenuhan pelayanan pendidikan pada siswa, memberikan pembelajaran yang bermakna tanpa terbebani capaian kurikulum namun lebih mengarah pada kecakapan hidup. Pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran jarak jauh dengan model pembelajaran dalam jaringan, luar jaringan maupun semi daring. Secara khusus, dalam penerapan pembelajaran terdapat strategi belajar mengajar yang dapat dilakukan agar tujuan pembelajaran tercapai. Guru mempersiapkan dan menyesuikan rencana pembelajaran dengan kondisi terkini, persiapan dimulai dari rencana pembelajaran, mengkomunikasikan dengan orang tua, dan fasilitas pendukung lainnya. Strategi pembelajaran pada anak usia dini menitikberatkan pada kegiatan pembelajaran untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Pada anak usia dini, aspek yang difokuskan meliputi perkembangan dan karakteristik anak.
Strategi pembelajaran merupakan rangkaian rencana tindakan termasuk penggunaan pendekatan, metode, dan pendayagunaan berbagai sumber belajar untuk mencapai tujuan. Strategi pembelajaran merupakan serangkaian materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama untuk mewujudkan hasil belajar siswa. Strategi pembelajaran secara umum meliputi: 1) identifikasi dan penetapan tujuan belajar dengan mempertimbangkan karakteristik siswa, 2) pemilihan dan penetapan pendekatan utama yang tepat untuk mencapai tujuan, 3) pertimbangan dan penetapan prosedur secara konsisten, 4) analisis dan penetapan tolak ukur dan standar yang digunakan untuk menilai keberhasilan. Selain itu, pada konteks PAUD hal yang harus diperhatikan dalam penerapan strategi pembelajaran diantaranya: 1) rasio guru dan siswa dalam proses pembelajaran, 2) pola hubungan guru dan siswa dalam pembelajaran, 3) peran guru dan siswa dalam pengelolaan pembelajaran, 4) peran guru dan siswa dalam mengolah materi pembelajaran. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memberikan kesempatan anak untuk memperoleh pendidikan yang layak, berkurangnya kebutuhan pendidikan khusus, kesuksesan di tahun sekolah berikutnya, menurunkan kenakalan remaja, dapat mengembangkan karir di masa depan, dan mengurangi ketergantungan ekonomi. Secara umum, terselenggaranya PAUD dengan baik akan membuat kualitas sumber daya manusia meningkat.
Kondisi pandemi juga dialmi oleh neragai negara. Tentu saja kondisi tersebit juga memengaruhi staregi pembelajaran yang digunakan. Mencermati strategi pembelajaran selama masa pandemi di tiga negara, yaitu Swedia, Norwegia dan California, terdapat kekhasan masing-masing. Dari ketiga negara tersebut, masing-masing memiliki kebijakan tersendiri dalam mengidentifikasi dan menetapkan tujuan belajar. Swedia dan Norwegia lebih mengutamakan hak pemenuhan perkembangan anak, sedangkan California mengarah pada kebijakan pemerintah. Dalam hal penetapan pendekatan yang dipilih, Swedia memilih mengkaji sekolah tatap muka seperti biasa dengan peninjauan dua minggu sekali tanpa kehadiran orang tua dan menerapkan protokol kesehatan, sanitasi serta pola pendaftaran secara ketat. Di Norwegia, sekolah ditutup dan menggunakan strategi komunikasi dalam pembelajaran. Guru secara aktif mengirimkan video pendek mengenai menyanyi, membaca cerita, menelpon orang tua, membantu menghubungkan pada layanan kesehatan jika diperlukan, serta berfokus pada pemberian perhatian pada ABK. Sedangkan di California, strategi pembelajaran di bagi sesuai rentang usia. Usia 2-5 tahun, belajar online 3 jam per hari dengan durasi kehadiran 2,3 atau 5 kali seminggu. Pembelajaran dilakukan sesuai dengan tujuan optimalisasi perkembangan. Usia 5- 6 tahun jadwal kelas lima jam tiga puluh menit dengan tetap mengadakan jam istirahat untuk bermain, snack time dan jam makan siang
Masing-masing negara memiliki strategi khusus dengan menyesuaikan kebutuhan, kebijakan dan prosedur di negara masing-masing pada masa Covid-19. Secara umum berbagai negara strategi pembelajaran yang diterapkan adalah pembelajaran online. Hal ini sesusai dengan dilaporkan pada semua penelitian yang digunakan sebagai telaah Literatur Namun yang terbanyak digunakan dalam pembelajaran online adalah program Zoom disertai dengan bantuan video. Sedangkan Faktor pendukung efektivitas strategi pembelajaran pada anak usia dini diantaranya bersumber dari guru, orang tua dan rasio guru dan anak sedangkan faktor penghambatnya bersumber dari keterbatasan waktu, kemampuan orang tua dalam menggunakan teknologi yang terbatas, dukungan dari orang tua yang minim karena orang tua yang bekerja, memiliki masalah keuangan, dan perpisahan. Selain itu, faktor yang menjadi penghambat adalah logistik atau biaya, penggunaan teknologi pada ABK dan kesulitan ketika melakukan kegiatan praktek bernyanyi pada pembelajaran online.
Penulis: Dewi Mayangsari, Nur Ainy Fardana , Nono Hery Yoenanto
Link Jurnal:





