51动漫

51动漫 Official Website

Studi Banding ke UGM, BEM FTMM Harap Bisa Serap Pengetahuan Baru

Studi Banding BEM FTMM X BEM KM FT UGM (Foto: Istimewa)
Studi Banding BEM FTMM X BEM KM FT UGM (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) (FTMM) 51动漫 (UNAIR) menggelar kegiatan Organization Visit OOSIT X RAJUT SIMPUL. Kegiatan ini berlangsung pada (10/5/2025). Sebanyak 100 anggota BEM FTMM UNAIR berpartisipasi dalam kunjungan ke Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kegiatan studi banding ini menjadi bentuk komitmen untuk belajar dari pengalaman BEM FT UGM yang memiliki arah gerak teknik yang jelas serta berdampak bagi civitas academica. 淜unjungan ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun relasi yang baik dan berkelanjutan antarlembaga kemahasiswaan, ujar Safaroz, Presiden BEM FTMM.

Kunjungan ke UGM kali ini membahas strategi penguatan internal dan pendekatan kolaboratif mahasiswa. Dengan tujuan pasca studi banding BEM FTMM dapat mengadopsi dan modifikasi program-program inspiratif BEM KM FT UGM sesuai kebutuhan dan memperkuat jaringan. Melalui studi banding ini, BEM FTMM tidak hanya meningkatkan kualitas program kerja, tetapi juga menjadi wadah yang inklusif, kreatif, dan berdampak nyata bagi mahasiswa serta masyarakat luas.

Besar harapan BEM FTMM dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik, menyerap pengetahuan baru, dan menciptakan ruang kolaborasi yang progresif. Hal ini harapannya dapat memberikan kontribusi nyata bagi fakultas dan universitas di masa mendatang. “Pertukaran ide dan pengalaman harapannya mampu memacu inovasi kuat serta memperkuat fondasi kelembagaan,” ujar Safaroz.

Studi Banding BEM FTMM X BEM KM FT UGM (Foto: Istimewa)
Studi Banding BEM FTMM X BEM KM FT UGM (Foto: Istimewa)

Hasil pembelajaran dari program studi banding yang telah terlaksana akan segera diimplementasikan secara konkret. Langkah ini bertujuan mewujudkan organisasi mahasiswa yang lebih adaptif, responsif, dan berorientasi pada dampak positif bagi seluruh mahasiswa. Dengan mengadopsi praktik terbaik yang ditemukan selama studi banding, harapannya organisasi mahasiswa dapat lebih sigap dalam menanggapi kebutuhan dan aspirasi anggotanya.

“Fokus utama implementasi akan mencakup beberapa area kunci. Seperti peningkatan efisiensi operasional, pengembangan program-program yang lebih inovatif, dan penguatan kolaborasi antarunit. Selain itu, aspek keberlanjutan dan pengukuran dampak positif akan menjadi prioritas agar setiap kegiatan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, terang Safaroz.

Safaroz juga berharap, melalui kegiatan ini organisasi mahasiswa tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan akademik. Tetapi juga menjadi motor penggerak terciptanya lingkungan kampus yang dinamis, inklusif, dan mendukung perkembangan potensi seluruh mahasiswa.

Penulis: Arifatun Nazilah

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT