Hemodialisis (HD) dan pembatasan cairan dan diet merupakan terapi yang umum dilakukan pada pasien dengan End Stage Renal Disease (ESRD). Adaptasi terhadap perubahan gaya hidup diperlukan oleh pasien hemodialisis untuk mengatur pola diet, asupan cairan, dan pengobatannya. Hemodialisis dapat menempatkan pasien pada risiko kelebihan cairan pada periode interdialitik, dan ada potensi akumulasi sampah metabolik jika pola diet dan asupan cairan tidak optimal. Hasil klinis hemodialisis dinilai berdasarkan kepatuhan pasien HD terhadap rejimen terapi pengobatan dan pembatasan cairan dan diet. Kepatuhan berdasarkan pembatasan cairan terlihat pada interdialytic weight gain (IDWG) dan kepatuhan pembatasan diet berdasarkan kadar fosfat serum dan laboratorium kalium. Namun, kepatuhan terhadap pembatasan cairan dan diet masih menjadi masalah sebagian besar kehidupan pasien hemodialisis. Hal ini dapat berdampak pada peningkatan IDWG, yang jika terjadi terus menerus akan mengakibatkan peningkatan volume ekstraseluler dan tekanan darah tinggi, menempatkan peningkatan tekanan pada sistem kardiovaskular. Ketidakpatuhan pembatasan cairan pada akhirnya akan menyebabkan kematian dan artemia ventrikel.
Penelitian yang dilakukan di RS Fatmawati, Indonesia, melaporkan bahwa 76% pasien yang tidak mematuhi pembatasan cairan berusia lebih muda dan proses HD telah dilakukan kurang dari 12 bulan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh anggota Komunitas Pasien Dialisis Indonesia (KPCDI) Cabang Jawa Timur, 60% pasien mematuhi pembatasan cairan, sedangkan 40% tidak patuh. Pasien yang mematuhi pembatasan cairan adalah pasien hemodialisis yang telah menjalani HD kurang dari 12 bulan. Selain itu, sebanyak 70% pasien mengatakan bahwa mereka mempertahankan pembatasan diet. Ketidakpatuhan pasien hemodialisis dalam mengatur pembatasan cairan dan diet disebabkan oleh kegagalan untuk beradaptasi dan beban psikologis (stres) sehubungan dengan perubahan gaya hidup. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap ketidakpatuhan dengan pembatasan asupan cairan dan diet termasuk demografi, kepribadian individu, dan komorbiditas lainnya. Perubahan perilaku pada pasien harus dilakukan sehingga persyaratan kepatuhan diet dan pembatasan cairan dapat dipenuhi.
Berdasarkan Teori Perubahan Perilaku, peningkatan kepatuhan dapat dipenuhi dengan menunjukkan efektivitas dalam hal memprediksi perilaku, memodifikasi target, dan menjelaskan dan mengoperasikan perubahan perilaku. Model Kepatuhan dan Motivasi Informasi Behavioral Skills (IMB) dapat memenuhi unsur-unsur teoritis perubahan perilaku. Berdasarkan model IMB, kepatuhan terhadap regimen terapeutik dalam pengobatan dipengaruhi oleh 3 konstruk, yaitu hambatan informasi, hambatan motivasi (pribadi dan sosial), dan hambatan keterampilan perilaku. Model kepatuhan IMB menjelaskan kepatuhan berbagai sampel. Namun, jika ada defisit dalam 3 konstruk, maka akan mengurangi konsistensi kinerja model dalam hal meningkatkan perilaku yang patuh. Diperlukan integrasi dengan teori perilaku lain untuk menghindari risiko defisit model yang sesuai IMB. Teori Health Believe Model (HBM) adalah teori perilaku yang dapat mencapai perubahan perilaku yang optimal jika seseorang dapat mengatasi hambatan, manfaat, efikasi diri, dan ancaman jika tidak melakukan langkah-langkah yang dianjurkan. Penelitian kualitatif dapat menggali teori perubahan perilaku dalam hal mematuhi pembatasan cairan dan diet menggunakan model kepatuhan dan teori Information Motivation Behavioral Skills (IMB) seperti Health Belief Model (HBM). Metode kualitatif menawarkan cara untuk mengumpulkan deskripsi pengalaman pribadi masing-masing individu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berusaha untuk menggambarkan pengalaman hidup pasien hemodialisis yang patuh dalam kaitannya dengan pembatasan cairan dan diet untuk mendapatkan pengetahuan terkait pembatasan cairan dan diet lebih lanjut.
Penulis: Dr. Tintin Sukartini, S.Kp., M.Kes
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Referensi:
Sukartini T, Efendi F, Putri NS., A phenomenological study to explore patient experience of fluid and dietary restrictions imposed by hemodialysis . Journal Vascular Nursing. 2022;





