Kanker payudara ialah kanker dengan frekuensi tertinggi dan penyebab tertinggi ke-dua kematian akibat kanker pada wanita. Diagnosis dini dan tatalaksana komprehensif masih menjadi inti dari langkah penurunan angka mortalitas. Kanker payudara memiliki beberapa faktor prognostik, seperti usia, subtipe histo-PA, ukuran tumor, pembesaran kelenjar getah bening (KGB), status reseptor hormonal, dan human epidermal growth factor-2 (Her-2). Seringkali, saat pertama kali terdiagnosis, telah terjadi metastasis mikroskopik, sehingga modalitas diagnosis dan prediktor prognosis yang canggih diperlukan untuk meningkatkan kesintasan hidup.
Beberapa penanda tumor yang terdeteksi pada pasien kanker payudara ialah miRNA, CEA, dan CA15-3. MiRNA secara dominan beperan dalam meningkatkan pertumbuhan, proliferasi, dan diferensiasi sel tumor. MiRNA dapat terdeteksi pada spesimen biopsi serta serum. Salah satu jenis miRNA yang sensitif terhadap multiplikasi sel tumor payudara ialah miRNA-21. Sebelumnya, penelitian kami mengungkapkan bahwa miRNA-21 terdeteksi tinggi pada pasien kanker payudara dan berhubungan dengan kesintasan hidup 1 tahun.
Dalam penelitian kohort-prospektif kami, pemeriksaan miRNA-21 dilakukan dengan menggunakan qRT-PCR untuk mendeteksi kadar miRNA-21 dalam plasma yang selanjutnya dihubungkan dengan kesintasan hidup 2 tahun pasien kanker payudara. Faktor faktor lain yang dievaluasi adalah CEA, Ca15-3, esterogen receptor (ER)/ progesterone receptor (PR), dan Her-2. Dari 49 pasien, didapatkan 26 pasien dengan stadium awal, dan 23 pasien dengan stadium lanjut. 23 pasien dengan ER+, sementara 18 pasien PR+. Setelah mengikuti perjalanan penyakit selama 2 tahun, terdapat 17 kematian, 3 pada stadium awal, 14 pada stadium akhir. Pasien dengan PR- memiliki laju mortalitas paling tinggi. Terdapat perbedaan signifikan antara kelompok yang hidup dan meninggal pada CEA, CA15-3, dan miRNA-21. Sementara itu, didapatkan bahwa hanya stadium kanker dan miRNA-21 yang secara signifikan mempengaruhi kesintasan hidup 2 tahun. Terdapat pula perbedaan yang signifikan dari kesintasan hidup 2 tahun antara pasien dengan kanker payudara loko-regional dan stadium akhir, juga antara pasien dengan kadar miRNA-21 yang tinggi (>= 4.4) dan rendah (<4.4). Selain itu, perbedaan signifikan juga didapatkan pada pasien dengan CA15-3 yang tinggi dan rendah. Ditemukan pula bahwa miRNA-21, stadium kanker, dan CEA berhubungan dengan mortalitas dalam 2 tahun.
Sebelumnya, miRNA-21, salah satu miRNA yang paling menggambarkan progesivitas kanker payudara, telah diketahui sebagai faktor prognostik dari keparahan dan kesintasan hidup pasien kanker payudara. Hal ini disampaikan pada beberapa penelitian yang menyatakan hubungan antara miRNA-21 dengan proliferasi kanker payudara, metastasis, dan kesintasan hidup yang kurang baik. Studi kami sebelumnya menyatakan terdapat perbedaan kadar miRNA-21 pada stadium awal dan akhir kanker payudara, serta angka kematian yang lebih tinggi pada pasien dengan stadium lanjut dan miRNA-21 yang tinggi.
ER, PR, dan Her-2 juga telah diketahui berkaitan dengan prognosis kanker payudara. Pasien dengan ER-/PR-,Her-2- memiliki prognosis paling buruk. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa PR sendiri dapat menjadi indikator prognosis pasien kanker payudara dalam 5 tahun. Pasien dengan PR- dikatakan memiliki angka mortalitas lebih tinggi dalam 2 tahun. CEA dan CA15-3 juga telah sering dibahas dalam memprediksi prognosis dan kesintasan hidup. Sebuah penelitian oleh Gaglia menyatakan bahwa CEA dapat menjadi faktor prognostik tunggal, memprediksi luaran klinis pasien dan kebutuhan kemoterapi adjuvan. Data lain menyebutkan bahwa CEA post operative yang rendah dihubungkan dengan kesintasan hidup yang baik, sementara peningkatan CA15-3 dihubungkan dengan kekambuhan kanker payudara. CEa dan CA15-3 juga sejalan dengan progesivitas kanker payudara.
Penelitian kami menjelaskan bahwa miRNA-2, metastasis kelenjar getah bening, dan gambaran histo-PA secara signifikan berhubungan dengan stadium kanker payudara. Didapatkan bahwa hanya miRNA-21, stadium kanker, dan CA15-3 yang secara signifikan berhubungan dengan kesintasan hidup 2 tahun pasien kanker payudara. Namun, CEA dan CA15-3 dapt digunakan untuk memprediksi over-all prognosis. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk evaluasi dalam jangka waktu lebih panjang (3-5 tahun).
Penulis: Pradana Zaky Romadhon.,dr.,SpPD.,K-HOM.,FINASIM Link Jurnal:





