51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Studi Gangguan Tidur pada Pasien Diabetes Mellitus di Massa Pandemi COVID-19

Foto oleh BBC

Gangguan tidur seperti sulit tidur, insomnia, sering terbangun, bangun pagi, waktu tidur berkurang, dan mimpi buruk menyebabkan penurunan kualitas tidur. Gangguan tidur menghambat pemulihan fungsi tubuh, menyebabkan mudah lelah, membuang energi, mempengaruhi kekuatan fisik dan reaksi emosional seperti mudah marah, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan (Gangguan tidur telah ditunjukkan dalam sebagian besar penelitian memiliki efek pada kontrol glikemik pada penderita diabetes selama pandemi COVID-19.

Penelitian ini mengggunakan metode sistematik review dengan menganalisis seluh penelitian yang pernah dilakukan. Penelitian Inggris menunjukkan bahwa gangguan tidur dipengaruhi oleh faktor isolasi sosial, status COVID-19, perubahan kebiasaan sehari-hari. Sementara itu, penelitian yang dilakukan di Yordania mengaitkan kualitas tidur yang buruk dan penurunan durasi tidur dengan stres dan kecemasan selama isolasi.

Gangguan tidur mengganggu kontrol glukosa pada penderita diabetes mellitus. Peningkatan waktu tidur malam dan peningkatan waktu latihan di dalam ruangan lebih mungkin untuk meningkatkan kontrol glikemik. Pasien yang stres kurang tidur, mengubah kebiasaan makan, dan memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Di sisi lain, orang yang tidak stres menghabiskan waktu bersama keluarga dan melakukan hobi. Individu dengan kadar gula darah yang terkontrol dengan baik berolahraga lebih banyak dan tidur dengan normal. Selain itu, sebuah studi menemukan bahwa tidak adanya konseling dokter dapat menyebabkan pasien mendapatkan kadar gula darah yang tidak terkontrol.

Hasil penelitian menemukan prevalensi tinggi masalah tidur yang ditemukan dalam penelitian ini dapat dikaitkan dengan kombinasi faktor, termasuk ketakutan akan COVID-19 dan faktor terkait tidur (misalnya perubahan aktivitas sehari-hari, mengalami depresi atau kecemasan akibat karantina atau lockdown. Ada banyak konsekuensi negatif dari gangguan tidur, baik dari segi kesejahteraan dan fungsi fisik dan psikologis. Konsekuensi tersebut berdampak satu sama lain dan saling berhubungan dalam hubungan dua arah. Oleh karena itu, penelitian di masa depan harus mengkaji faktor yang lebih luas yang memengaruhi gangguan tidur pada pasien diabetes, terutama yang telah terkonfirmasi positif COVID-19, karena buktinya masih terbatas.

Penulis:

Dr. Sriyono, S.Kep., Ns., M.Kep.,Sp.Kep.MB.

Informasi hasil riset dapat dilihat pada link:

AKSES CEPAT