Keberagaman budaya di lingkungan universitas memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk beradaptasi dengan budaya baru, namun proses ini juga dapat memengaruhi kebiasaan makan mereka. Mahasiswa cenderung menyesuaikan diri dengan norma kuliner dominan di kampus, yang kadang berdampak pada penurunan kualitas asupan gizi serta kesehatan fisik dan akademis. Peran kantin kampus, akses memasak yang terbatas, keterampilan memasak yang minim, serta ketergantungan pada makanan cepat saji turut membentuk pola makan mahasiswa yang kurang seimbang, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas.
Tekanan akademik, pekerjaan, dan aktivitas sosial meningkatkan stres yang mendorong pola makan emosional dan pilihan makanan tidak sehat. Sebagian mahasiswa bahkan menerapkan pengendalian berat badan yang ekstrem akibat tuntutan citra tubuh ideal. Berbagai studi menekankan pentingnya pendidikan gizi, namun tantangan perilaku dan lingkungan tetap menjadi hambatan. Karena itu, penelitian ini berupaya mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi pilihan makanan mahasiswa di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Puncak Alam, sebagai dasar untuk merancang intervensi yang lebih efektif dalam mendukung lingkungan kampus yang sehat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur untuk memahami faktor sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang memengaruhi pilihan makanan mahasiswa UiTM Puncak Alam. Mengacu pada paradigma konstruktivis, penelitian ini melibatkan mahasiswa S1 berusia 20“25 tahun yang direkrut secara purposif, dengan prosedur etis, persetujuan partisipan, serta upaya mengurangi bias melalui jurnal refleksif, debriefing sejawat, dan dialog terbuka. Proses pengumpulan data mencakup validasi panduan wawancara oleh pakar, studi percontohan, serta wawancara tatap muka selama 30“45 menit yang kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik Braun dan Clarke. Kredibilitas temuan diperkuat melalui pengecekan anggota dan diskusi berkala dengan pembimbing penelitian untuk memastikan akurasi, konsistensi, dan ketelitian interpretatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan kampus, kondisi ekonomi, dan tekanan sosial, bukan sekadar pilihan pribadi. Untuk memperbaikinya, dibutuhkan dukungan sistem kampus seperti penyediaan makanan sehat yang terjangkau, kerja sama dengan penjual makanan, serta edukasi dan literasi gizi bagi mahasiswa. Dengan upaya ini, kampus dapat membantu mahasiswa membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat dan mendukung keberhasilan akademik serta kesejahteraan mereka.
Penulis: Amira Farah Rasyidah, S.Gz, Dietisien dan Farapti, dr., M.Gizi
Informasi lebih lengkap dari penelitian dapat diakses pada:
Issa, M. Z., Mohammad, N. N., Ammar, D. A. N., & Farapti, F. (2025) A Qualitative Study of Eating Behaviour among On-Campus Students at a Malaysian Public University. J. Gizi Pangan, 20(2), 101“110.





