51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Studi Tiru ke UNAIR, Universitas Jember Perkuat Pengelolaan Keuangan dan Pengadaan

Sesi foto bersama kegiatan studi tidur Universitas Jember ke UNAIR, pada Rabu, (25/02/2026), di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen Lantai 4, UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)
Sesi foto bersama kegiatan studi tidur Universitas Jember ke UNAIR, pada Rabu, (25/02/2026), di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen Lantai 4, UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS “ Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan serta pengadaan barang dan jasa, Universitas Jember (UNEJ) melakukan kunjungan studi tiru ke 51¶¯Âþ (UNAIR). Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, (25/02/2026), di Ruang Sidang Pleno, Kantor Manajemen Lantai 4, UNAIR.

Pada kesempatan ini, tim dari Universitas Jember mendalami berbagai aspek pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan anggaran, sistem audit, hingga pengelolaan sarana prasarana. Salah satu fokus utama dalam kunjungan tersebut adalah sistem pengadaan barang dan jasa. Sistem barang dan jasa sangat berperan dalam mendukung kelancaran operasional perguruan tinggi.

Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, Rektor 51¶¯Âþ, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pengelolaan keuangan yang baik sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan perkembangan universitas. Beliau juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengadaan barang dan jasa, yang merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan anggaran di UNAIR.

Kami sangat mengapresiasi kunjungan dari Universitas Jember. Dalam pengelolaan keuangan dan pengadaan barang dan jasa, kami selalu berusaha untuk menerapkan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas yang tinggi. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak,” ujar Prof Madyan.

Prof Dr Ardianto SE Ak MSi, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR saat menyambut rombongan dari Universitas Jember. pada Rabu, (25/02/2026), di Kantor Manajemen Lantai 4, UNAIR. (Foto: PHMP UNAIR)
Sistem Airlangga Resosteni

Salah satu keberhasilan besar yang Prof Madyan bagikan adalah penerapan sistem Airlangga Resosteni. Sebuah sistem yang mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam pengelolaan universitas. Sistem perencanaan sumber daya, keuangan, pengadaan barang dan jasa, audit, sarana prasarana, dan pengelolaan aset. Sistem ini memungkinkan pengelolaan dan verifikasi barang di universitas berlangsung dengan lebih mudah dan transparan.

“Kami memiliki sistem yang dinamakan Airlangga Resosteni. Sistem itu mengintegrasikan semua aspek pengelolaan sumber daya, keuangan, pengadaan barang dan jasa, hingga pengelolaan aset. Sistem ini mempermudah verifikasi barang dan memastikan transparansi dalam setiap proses,” jelasnya.

Keberhasilan Pengelolaan Keuangan

Prof Madyan juga menyampaikan bahwa berkat penerapan sistem ini, UNAIR berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 18 tahun berturut-turut. Hal itu menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan keuangan dan transparansi.

“Dengan sistem yang kami terapkan, Alhamdulillah, 51¶¯Âþ telah berhasil meraih opini WTP selama 18 tahun berturut-turut. Ini menjadi bukti nyata dari keberhasilan kami dalam mengelola keuangan dan menjaga transparansi,” ungkap Prof Madyan.

Meskipun anggaran UNAIR jauh lebih kecil daripada universitas besar lainnya seperti UI dan UGM, Prof. Madyan menekankan bahwa UNAIR tetap mampu mengelola anggaran yang terbatas dengan sangat baik dan berhasil membangun berbagai fasilitas pendukung perkembangan universitas.

“Kami memang kalah jauh dibandingkan universitas-universitas besar lainnya. Namun, dengan anggaran yang terbatas, kami berhasil mengelola dana ini untuk membangun berbagai fasilitas yang mendukung perkembangan universitas,” tuturnya.

Transformasi UNEJ Menuju PTN-BH 

Sementara itu, Prof Dr drg Sri Hernawati MKes, Wakil Rektor Universitas Jember, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan yang hangat dan kesempatan yang 51¶¯Âþ berikan untuk melakukan studi tiru. Ia juga berbagi tantangan yang UNEJ hadapi dalam pengelolaan keuangan, terutama karena letak geografis universitas yang cukup jauh dari pusat transportasi, yang berdampak pada biaya pendidikan (UKT) bagi mahasiswa.

Prof Dr drg Sri Hernawati MKes, Wakil Rektor Universitas Jember saat studi tiru di UNAIR, Rabu, (25/02/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

“Universitas Jember juga sedang bertransformasi menuju PTN-BH. Meskipun ini menjadi tantangan besar bagi kami karena kami harus berhemat dengan dana yang terbatas, kami tetap berkomitmen untuk melakukan transformasi tersebut. Kami harus mengelola dana secara bijaksana, karena kami berada di daerah yang jauh dari transportasi utama. Hal itu tentu saja mempengaruhi UKT yang kami tetapkan,” jelas Prof Sri.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun banyak hal positif yang telah tercapai, masih ada beberapa aspek yang perlu perbaikan, terutama terkait dengan pengawasan dan evaluasi sosial. Prof. Sri berharap agar setiap proses yang ada dapat terus dievaluasi untuk menemukan solusi dan perbaikan yang lebih baik.

“Meskipun kami telah mencapai banyak hal, masih ada beberapa aspek yang perlu kami teliti dan perbaiki, terutama dalam hal evaluasi sosial. Kami berharap semua proses ini terus diperbaiki agar bisa menghasilkan langkah-langkah yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

Pertemuan ini berujung dengan pertukaran cinderamata antara Universitas Jember dan 51¶¯Âþ sebagai simbol dari hubungan baik yang terjalin antar kedua universitas. Selain itu, sebagai tanda komitmen untuk terus mempererat kerja sama di masa mendatang. Dengan adanya studi tiru ini, Universitas Jember mengharapkan dapat mengimplementasikan berbagai pembelajaran yang terserap untuk meningkatkan pengelolaan keuangan dan pengadaan barang dan jasa di kampus mereka.

Penulis: Saffana Raisa Rahmania

Editor: Ragil Kukuh Imanto

AKSES CEPAT