51动漫

51动漫 Official Website

Tahukah Anda Bahwa Terdapat Pengaruh Faktor Genetik di kromosom Manusia dan Mutasi pada Protein Spike Protein terhadap Transmisi dan Keparahan COVID-19?

Foto oleh health.grid.id

Tahukah anda bahwa proses transmisi dan keparahan COVID-19 ditentukan oleh faktor genetic di kromosom manusia dan adanya mutasi pada protein Spike Protein? Jika anda tidak mengetahui maka anda selayaknya membaca artikel yang telah kami tulis ini. Disebutkan bahwa COVID-19 atau coronavirus disease-19 muncul pada akhir tahun 2019 dan dideklarasikan sebagai pandemi pada tanggal 3 Maret 2020. Sejak saat itu, bermacam jenis ragam varian COVID-19 muncul dan vaksin COVID-19 juga muncul. Ragam dan varian COVID-19 muncul diduga disebabkan oleh karena adanya perubahan pada protein spike yang terdapat pada virus COVID-19. Mutasi pada protein Spike menyebabkan terjadinya perubahan ikatan antara vaksin dengan protein spike pada COVID-19 sehingga tidak terjadi ikatan antara vaksin dengan protein spike COVID-19.

Protein spike  ini yang berbentuk seperti paku-paku yang menancap pada permukaan virus SARS-CoV, yang bila kita bayangkan maka protein spike ini seperti wijen pada onde onde bulat. Protein spike ini memiliki afinitas ikatan yang kuat dengan reseptor ACE2 manusia berdasarkan studi interaksi biokimia dan analisis struktur kristal. Ikatan  protein spike dengan reseptor ACE2 inilah yang akan membantu virus SARS-CoV masuk ke dalam sel inangnya. Faktanya, ternyata protein spike SARS-CoV2 (atau virus COVID-19) memiliki 76,5% kesamaan sekuen asam amino dengan SARS-CoV, dan protein spike mereka benar-benar homolog..

Selain itu, adanya faktor genetik di kromosom manusia juga berpengaruh terhadap transmisi dan keparahan COVID-19 yang dikenal dengan genetic wide association study (GWAS). Kromosom manusia yang berperan dalam hal itu adalah kromosom nomor 3 dan nomor 9, dimana kromosom nomor 3 berhubungan dengan reseptor kemokin sedangkan nomor 9 berhubungan dengan sistem golongan darah ABO. Kedua hubungan antara kromosom nomor 3 dan 9 bersifat resiprokal atau saling berhubungan. Resiko terbesar hubungan antara kedua kromosom tersebut terletak pada golongan darah A karena pada golongan darah A terjadi peningkatan kemokin yang tinggi sehingga golongan darah A merupakan golongan darah yang mengalami derajat keparahan tinggi jika terpapar oleh COVID-19. Golongan darah yang memiliki resiko rendah jika terpapar oleh COVID-19 adalah golongan darah O.

Hubungan GWAS dengan mutasi pada protein Spike COVID-19 dapat dijelaskan: adanya mutasi pada protein Spike COVID-19 menyebabkan terjadinya ketidakcocokan antara sistem imunitas yang telah diberikan vaksin COVID-19. Akibat ketidakcocokan menyebabkan tidak terjadi proses pembersihan COVID-19 ketika masuk ke dalam tubuh host. Virus tersebut selanjutnya akan mengaktivasi sistem imunitas dimana sistem imunitas pada golongan darah A merupakan sistem imunitas yang paling terdampak akibat COVID-19 yang dimulai dari peningkatan sitokin pro-inflamatori sampai terjadi amplifikasi sitokin pro-inflamatori yang berlebihan sehingga terjadi badai sitokin (cytokine storm).

Penulis: Prof. Dr. Theresia Indah Budhy, drg., M.Kes., Sp.PMMF

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https:// https://   

Farida Anwari, Fery Setiawan, Arif Rahman Nurdianto, Theresia Indah Budhy, Heribertus AB Tena, Heni Puspitasari. [2022] An Analysis of Genetic Risk Factors (Chromosomes 3 and 9) and Mutation of Spike COVID-19 in the Severity and Transmission Factor. Journal of International Dental and Medical Research Vol. 15(2), pp: 885-590

AKSES CEPAT