UNAIR NEWS – Persaingan global dan perkembangan teknologi digital menuntut generasi Z menguasai wawasan internasional sekaligus menjaga integritas dalam berbisnis. Menjawab tantangan tersebut, 51 (UNAIR) menggelar talkshow bertajuk International Experience, Islamic Excellence: Melahirkan Muslimpreneur Digital pada Jumat (12/9/2025), yang menghadirkan Jesyca Apriliana Natasya dan Nur Maulida A.B. Mahasiswa dari UNAIR, UNESA, UMM, dan beberapa perguruan tinggi lain di Jawa Timur antusias mengikuti acara ini, menunjukkan minat besar generasi Z terhadap persiapan global dan pengembangan bisnis syariah di era digital.
Bekal Exchange
Jesyca Apriliana Natasya menekankan pentingnya persiapan matang sebelum mengikuti program pertukaran pelajar. Ia mendorong mahasiswa untuk menguasai bahasa Inggris, baik melalui TOEFL maupun ELPT. Selain itu, ia menyarankan mahasiswa mengikuti program inbound student atau lomba internasional untuk memperkuat seleksi administrasi.
Jesyca juga mengingatkan mahasiswa agar menyiapkan mental menghadapi perbedaan budaya sekaligus kesiapan finansial karena beberapa program menggunakan sistem reimburse. Mahasiswa perlu lebih cermat memilih program exchange. Program internal kampus bisa menjadi pilihan utama, tetapi tetap harus diseleksi dengan hati-hati, jelasnya.
Ia mendorong mahasiswa UNAIR memanfaatkan Airlangga Global Engagement (AGE) untuk mendapatkan informasi terkini tentang program internasional. Pastikan juga manfaat yang diperoleh sebanding dengan biaya yang dikeluarkan, tambahnya.
Muslimpreneur di Era Digital
Nur Maulida A.B. menyoroti peluang besar industri syariah yang terus berkembang di era digital. Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam pengembangan ekonomi syariah. Ia menilai capaian tersebut sebagai peluang sekaligus tantangan agar generasi Z berperan sebagai produsen, bukan sekadar konsumen.
Maulida mendorong generasi Z untuk membangun mindset muslimpreneur yang tepat. Kalau berbisnis syariah, sesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah meskipun dalam hal kecil, ujarnya. Ia juga menilai ekosistem syariah di Indonesia masih memerlukan dukungan lebih agar industri halal berkembang optimal.
Lebih lanjut, ia menegaskan integritas harus menjadi pondasi utama dalam bisnis syariah. Sebagai muslimpreneur, kita harus memastikan produk yang dipasarkan tidak merugikan pihak lain dan tentunya sesuai dengan prinsip syariah, tegasnya. Ia berharap generasi Z mampu menciptakan ekosistem bisnis halal yang berdampak positif bagi masyarakat.
Penulis: Era Fazira
Editor: Ragil Kukuh Imanto





