UNAIR NEWS Akibat hujan deras yang mengguyur Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, sejak dua hari terakhir mengakibatkan banjir bandang lantaran meluapnya sungae Badeng.
Luapan air sungai itu disebabkan oleh sumbatan material pohon yang berasal dari wilayah Kecamatan Songgon. Dikutip dari Koran Harian Kompas pada Jum檃t, 22 Juni 2018, total ada sekitar 300 rumah terdampak banjir bandang, sedangkan 15 rumah rusak parah.
Melihat kondisi tersebut, Departemen Sosial Keluarga Mahasiswa (KM) PSDKU 51动漫 di Banyuwangi merencanakan kegiatan bertajuk 淟imited Oppurtunity Relawan Banjir Bandang Alas Malang.櫃
Kegiatan itu sebagai ajang bagi para mahasiswa PSDKU yang ingin menjadi tenaga relawan kemanusiaan. Kuota para relawan hanya dibatasi sebanyak 30 orang. Recruitment dilakukan menggunakan sistem online mengingat situasi yang sedang libur akhir semester.
Para relawan disediakan sarana transportasi dan konsumsi dari kampus ke lokasi bencana. Bantuan yang diberikan pada warga terdampak adalah barang kebutuhan sehari-hari seperti selimut, tikar, susu bayi, alat masak dan lain-lain.
淒i lokasi kejadian para relawan kami ikut membantu dalam operasi pembersihan serta memberi motivasi kepada korban bencana banjir,櫃 ujar Yuda Prayogi tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat PSDKU angakatan 2017. 淩encana kegiatan ini dilaksanakan semata-mata sebagai bentuk rasa kemanusiaan kita terhadap para korban bencana banjir, imbuhnya.
Kondisi sebagian rumah korban banjir di daerah terdampak sudah dapat ditinggalii kembali. Namun jalan di Dusun Garit masih penuh lumpur dari sisa banjir. Sehingga, rencananya para relawan akan disebar ke wilayah yang masih membutuhkan bantuan yakni di Desa Garit dan Alas Malang.
淗arapan kami kegiatan ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi,櫃 tutur Nur Azizatul Ikrima, tim dari Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat PSDKU. 淒apat diibaratkan kegiatan ini merupakan hubungan mutualisme yang sangat bermanfaat bagi korban maupun relawan,櫃 pungkas Ikrima
Penulis: Tunjung Senja WIduri
Editor: Nuri Hermawan





