Studi ilmiah mengenai tinjauan sistematis beban ekonomi pada penyakit stroke yang terbit di salah satu jurnal ilmiah bergengsi mendapatkan banyak ulasan dari berbagai ahli dari beberapa universitas di luar negeri. Para ahli tersebut berasal dari School of Physiotherapy India, University of Maiduguri Nigeria, dan University of Broscia Italy. Sebagai informasi, tinjauan sistematis mengenai beban ekonomi penyakit stroke memberikan gambaran tentang biaya ekonomi akibat penyakit stroke di beberapa negara. Studi ini juga memberikan beberapa gambaran kerugian ekonomi berdasarkan jenis biayanya yaitu biaya langsung medis, biaya non medis, dan biaya tak langsung. Lebih jauh, penelitian ini juga melihat rata “ rata hari lama rawat inap pada pasien stroke yang dapat memengaruhi biaya yang dikeluarkan oleh pasien dan keluarga pasien.
Para ahli memberikan beberapa ulasan mengenai metodologi PRISMA yang digunakan tidak terdapat kriteria pengecualian dalam penelitian, yang para ahli khawatirkan dapat menimbulkan bias penelitian. Lebih lanjut, para ahli juga mengonfirmasi mengenai pencampuran semua jenis desain studi yang dilakukan dapat diekstrak menjadi karakteristik serupa, tetapi menurut para ahli, penulis telah mempersempitnya menjadi kesimpulan yang berbeda dan tidak jelas. Sebagai tambahan, para ahli juga menyarankan untuk memilih artikel dengan indikator evaluasi ekonomi QALY (Quality Adjusted Life Years) atau disebut ukuran umum dari penyakit yang menghitung tahun hidup yang disesuaikan dengan kualitas kehidupan, dan DALY (Disability Adjusted Life Years) atau disebut ukuran beban penyakit yang menghitung tahun hidup disesuaikan dengan kecacatan.
Selain itu, tidak ada kriteria kelayakan studi, baik inklusi dan eksklusi yang ketat dapat menimbulkan bias dan terdapat hasil penelitian yang hilang. Tidak digunakannya perangkat lunak dalam seleksi yang dapat mendeteksi dan menghilangkan duplikat dibandingkan hanya menggunakan Microsoft Excel juga dapat membantu dalam proses pemeriksaan artikel dan mengurangi risiko terjadinya human error. Menurut para ahli, metode yang digunakan juga dianggap belum berhasil dalam mengevaluasi kualitas keseluruhan dari studi yang disertakan. Artikel ilmiah mengenai beban ekonomi pada penyakit stroke ini juga telah memuat klasifikasi negara berpenghasilan menengah atas (Upper-Middle Income) dan negara dengan penghasilan tinggi (High Income), tetapi para ahli menyayangkan tidak adannya klasifikasi negara berpengasilan menengah ke bawah atau negara berpengasilan rendah (Low-Middle Income atau Low Income) yang disinyalir diakibatkan oleh tidak adanya kriteria kelayakan studi yang ketat dalam menyaring tinjauan sistematis artikel ilmiah dari berbagai negara.
Sebagai respon atau tanggapan dari ulasan yang diberikan oleh para ahli, maka penulis menuangkan konfirmasinya melalui tanggapan ilmiah guna menyemarakkan iklim diskusi ilmiah. Dalam tinjauan sistematis mengenai beban ekonomi penyakit stroke, penulis mengikuti kerangka PECOS (Participant or population, Exposure, Context, and Outcome measures) dan penulis percaya bahwa tanpa menyertakan kriteria pengecualian, penulis bisa mendapatkan pencarian artikel relevan yang lebih luas dan lengkap (komprehensif). Hasil komprehensif memungkinkan penulis untuk memberikan gambaran umum untuk pemetaan berbagai desain studi, metode penetapan biaya, inklusivitas biaya, perspektif biaya dan hasil ekonomi lainnya dari manajemen stroke.
Dalam tinjauan sistematis tersebut, penulis juga berusaha untuk menggambarkan temuan berdasarkan karakteristik metodologis dan perkiraan beban ekonomi stroke. Temuan yang disajikan secara deskriptif bertujuan untuk melakukan gambaran atau pemetaan beban ekonomi akibat stroke berdasarkan hasil masing-masing studi yang disertakan. Selanjutnya penulis juga mengonfirmasi bahwa menyertakan QALY dan DALY tidak akan memenuhi tujuan tinjauan sistematis. Demikian pula, biaya per QALY yang diperoleh atau biaya per DALY yang dihindari tidak serta merta memberikan perincian biaya yang dikeluarkan untuk manajemen stroke. Penulis juga tidak mencantumkan QALY dan DALY dalam kriteria eksklusi karena di beberapa studi CEA (Cost Effective Analysis) dapat menyajikan berbagai biaya yang dikeluarkan dalam mengelola stroke sebagai variabel input dalam model CEA mereka.
Penulis memahami bahwa pentingnya kriteria kelayakan eksklusi dan inklusi untuk meminimalkan bias dalam hasil tinjauan sistematis. Penulis juga menyadari bahwa penjelasan penulisan di bagian kriteria eksklusi dan inklusi kurang yang mungkin menyebabkan kesalahpahaman ini. Tinjauan sistematis ini mengecualikan studi pada beban ekonomi selain stroke, misalnya kardiovaskular secara umum dan penyakit yang tidak terkait dengan kelompok kardiovaskular. Sebagai tambahan, penelitin ini juga mengecualikan studi yang meneliti biaya yang berhubungan dengan manajemen stroke.
Penulis bisa saja menggunakan berbagai alat penilaian penilaian kualitas yang tersedia yang secara khusus dibuat untuk satu studi desain, tetapi penulis tidak menggunakannya dan hanya mempertimbangkan penggunaan alat penilaian kualitas pertanyaan berdasarkan kesamaan studi yang telah dilakukan sebelumnya. Penulis juga hanya mendapatkan data negara-negara yang termasuk dalam ekonomi berpenghasilan menengah ke atas dan berpenghasilan tinggi pada artikel tinjauan sistematis. Penulis pun tidak menyatakan secara eksplisit dalam kriteria inklusi dan secara spesifik tentang klasifikasi pendapatan negara. Penulis memuruskan untuk mengklasifikasikan setting penelitian berdasarkan klasifikasi pendapatan negara yang dilakukan oleh Bank Dunia untuk meminimalisir bias dan kesenjangan dalam hasil penelitian di setiap artikel yang disertakan. Selain itu, tidak adanya artikel dari negara-negara yang dikategorikan sebagai negara berpenghasilan menengah ke bawah dan negara berpenghasilan rendah juga dapat mengindikasikan masih terbatasnya penelitian tentang beban ekonomi stroke di negara-negara tersebut.
Masukan penulis mendapatkan berbagai catatan penting pada keterbatasan penelitian. Penulis juga memahami jika pada tinjauan sistematis belum menggunakan perangkat lunak. Namun, tentunya saran para ahli akan sangat bermanfaat bagi perbaikan untuk penelitian selanjutnya. Maka pihak penulis sangat menghargai dan mengucapkan banyak terima kasih atas ulasan yang diberikan oleh para ahli dalam tinjauan beban ekonomi akibat penyakit stroke yang menghidupkan iklim diskusi artikel ilmiah bertaraf internasional.
Penulis: Thinni Nurul Rochmah
Apabila saudara tertarik dengan topik ini, saudara dapat membaca artikel Reply to Economic Burden of Stroke Disease: A Systematic Review. Link artikel ini dapat diunduh pada





