Seluruh civitas akademika 51动漫 baru saja menyaksikan pergantian tahun 2023 ke 2024. Tahun 2023 kemarin UNAIR telah mencapai berbagai kemajuan antara lain menduduki peringkat 345 kampus terbaik di dunia versi QS World University Ranking (WUR) 2024. Posisi tersebut meningkat 24 poin dibandingkan tahun sebelumnya. UNAIR juga telah menghasilkan puluhan Gurru Besar yang baru dari berbagai disiplin ilmu.
Namun UNAIR bersama bangsa ini memasuki tahun 2024 yang penuh tantangan baik didalam maupun di luar negeri. Didalam negeri tahun 2024 ini merupakan tahun politik, temperatur politik naik karena adanya pemilu serentak tanggal 14 Februari 2024, serta pergantian susunan kabinet pemerintahan setelahnya, dan tentu akan ada kebijakan-kebijakan nasional baru di berbagai sektor.
Diluar negeri, kita menyaksikan masih adanya 淭wo Wars ada dua peperangan di tahun 2024, satunya di Ukraina dimana negeri ini masih berperang melawan Rusia (yang sudah menelan jiwa sekitar 500.000 tentara Ukraina meninggal dunia, ribuan cacat), dan satunya lagi perang persisnya pembantaian yang terjadi di bumi Gaza Palestina oleh zionis Israel (pada saat artikel ini saya tulis warga gaza yang mati dibunuh Israel lebih dari 21.000 orang, 9.000 an diantaranya adalah anak-anak dan bayi). Kedua peristiwa ini membuat dunia terbelah antara Amerika Serikat dan sekutunya negara-negara barat dan negara-negara Rusia, India, Cina dan beberapa negara di Afrika, Amerika Latin dan Asia. Kedua peperangan itu juga menyebabkan adanya 渦ncertainties ketidakpastian di bidang ekonomi dan perdagangan dunia yang mau tidak mau berpengaruh kepada Indonesia. Kekuatan baru negara-negara selatan atau the Global South yang menginginkan lepas dari pengaruh Amerika Serikat dan Eropa yang salah satunya dengan meninggalkan pemakaian mata uang US dolar dalam transaksi perdagangan.
Didalam negeri civitas akademika UNAIR juga menyaksikan tantangan yang dihadapi bangsa ini dimana para pakar mempredikasi Indonesia di tahun 2030 akan menjadi salah satu kekuaran ekonomi dunia, namun masin menghadapi kendala dalam penyiapan SDM yang berkualitas. Hal ini antara lain menyangkut masalah Stunting yang merupakan kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan. Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas. Dan hal ini berpengaruh pada upaya menyiapkan SDM yang bermutu.
Memang, angka stunting Indonesia menurun, dari 29 persen pada 2015 menjadi 27.6 persen tahun lalu. Adapun pada 2013, angka stunting nasional mencapai 37,2 persen. Namun, angka tersebut masih di atas batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 20 persen. Persentase stunting Indonesia juga lebih tinggi dibanding sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam (23), Filipina (20), Malaysia (17), dan Thailand (16). Berdasarkan titik sebaran, hampir seluruh provinsi, kecuali Sumatra Selatan dan Bali, memiliki persentase stunting di atas batas WHO. Adapun provinsi dengan stunting tertinggi adalah Sulawesi Barat (39,7) dan Nusa Tenggara Timur (38,7).
Tantangan lain adalah soal ketimpangan pembangunan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung pengeluaran atau ekonomi penduduk Indonesia yang diukur menggunakan . Angkanya mencapai 0,388 poin dari skala 0-1 poin pada Maret 2023. Angka itu meningkat 0,007 poin bila dibandingkan rasio Gini September 2022 yang sebesar 0,381. Rasio Gini Maret 2023 juga lebih tinggi 0,004 poin dibandingkan torehan Maret 2022 lalu yang sebesar 0,384 poin. masih menempati urutan pertama sebagai provinsi dengan ekonomi tertinggi di Indonesia pada Maret 2023. Ketimpangan itu diukur melalui dengan skala 0-1 poin, yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Rasio Gini Yogyakarta tercatat sebesar 0,449 poin pada Maret 2023. Angka itu sebenarnya sudah menurun dari September 2022 lalu yang sebesar 0,459 poin. Provinsi dengan ketimpangan tertinggi kedua adalah DKI Jakarta dengan rasio Gini sebesar 0,431 poin pada Maret 2023. Angka itu meningkat dari sebelumnya yang sebesar 0,412 poin pada September 2022. Urutan ketiga adalah Jawa Barat dengan nilai rasio Gini sebesar 0,425 poin pada Maret 2023. Angka itu juga meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar 0,412 pada September 2022. Gorontalo menyusul di posisi keempat dengan rasio Gini sebesar 0,417 poin pada Maret 2023. Beda dengan tiga provinsi teratas, Gorontalo mengalami penurunan rasio Gini dari September 2022 lalu yang sebesar 0,423 poin. Kelima, Jawa Timur, dengan rasio Gini 0,387 poin per Maret 2023. Angka ini malah meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar 0,365 poin pada September 2022.
Soal panasnya temperature politik, stunting dan ketimpangan ekonomi diatas adalah contoh tantangan dalam negeri yang dihadapi bangsa ini di tahun 2024. Tentu selain itu masih banyak lagi tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia di tahun 2024.
Civitas Akademika UNAIR sebagai bagian dari masyarakat nasional dan dunia tentu secara cermat mengamati, mengalisa variabel-variable diatas, dan ibarat dalam pertempuran, UNAIR akan mengerahkan atau men-deploy berbagai kekuatan yang ada antara lain potensi kekuatan seluruh fakultas, seluruh lembaga penelitian, Majelis Wali Amanat, Senat Guru Besar dan Rektorat untuk bersama-sama menghadapi tantangan dalam dan luar negeri itu. Alumni UNAIR yang memiliki berbagai profesi seperti diplomat, pengusaha, birokrat, organisasi kemasyarakatan, Rumah Sakit Terapung dsb juga akan turun gunung untuk bersama-sama berkomitmen menghadapi berbagai tantangan baik dalam negeri maupun luar negeri di tahun 2024 demi kemajuan bangsa.
Selamat Tahun Baru 2024, semoga UNAIR tetap jaya.





