Gado-gado, Rendang, Kerupuk, Nasi goreng, tempe adalah sebagian makanan tradisional khas dari Indonesia. Makanan-makanan itu sekarang sudah dikenal orang-orang asing yang berada di Indonesia, bahkan juga dikenal di berbagai negara di dunia ini, khusus tempe, makanan ini sudah diproduksi dan dijual oleh orang Indonesia di luar negeri utamanya Jepang.
Ada pria Jawa dari Purwodadi, Grobogan Jawa Tengah, namanya Rustono yang beristri wanita Jepang sekarang menjadi pengusaha tempe di Jepang. Istrinya mengundurkan diri sebagai pegawai Jepang demi membantu Rustono untuk jualan tempe dan membuat orang Jepang suka makan tempe. Rustono pun memiliki nasionalisme tinggi dalam bidangnya ini, Karena berikhtiar 淢enempekan Dunia, dengan mengembangkan pasar tempenya ke Eropa dan Korea Selatan.
Ada juga pria muda dari Jawa Timur, tepatnya Tuban sekarang menjadi raja tempe di ngeri Sakura ini. Namanya mas Teguh Wahyudi. Mas Teguh ini memiliki perusahaan yang bernama Sariraya Group Japan, Co., Ltd di mana dia sendiri menjadi presiden direkturnya, menjadi President Commissioner Halal Global Japan, Co., Ltd, Pendiri Sariraya Center & Ruang Perubahan Japan (tempat untuk diskusi, business matching, showcase produk-produk unggulan, ruang serbaguna dan entrepreneurship guna mencetak wirausahawan Indonesia di Jepang. Mas Terguh juga pendiri Islamic Center Toyota City Jepang. Pria muda ini menjadi pengusaha muda Indonesia yang terkenal di Jepang awal mulanya pada tahun 2003, ia memiliki kesempatan melakukan kunjungan selama 3 bulan di Nagoya, Jepang. Masyarakat muslim di sana sungguh luar biasa, khususnya warga Indonesia yang tinggal disana. Setelah beberapa hari, ia menyadari banyak komunitas muslim yang kesulitan mendapatkan makanan Halal. Selama 3 bulan kunjungan tersebut, ia pun mencoba-coba membuat tempe. Setelah gagal melakukan percobaan, akhirnya ia berhasil membuat tempe dengan kualitas baik. Ia menawarkannya ke teman-teman dan toko halal terdekat tempat ia tinggal. Responnya cukup bagus. Pasalnya, tempe adalah makanan khas Indonesia yang unik karena itu warga Jepang sendiri pun tertarik membuat olahan makanan dari tempe.
Yang tidak kalah menariknya ada orang Inggris yang pernah bekerja di Jakarta tahun 1995, namanya Willian Mitchel saking cintanya dengan tempe sampai belajar membuat tempe di berbagai kota di Jawa sampai ke kota Malang. Dan sekarang dia berhassil mendirikan Warung tempe di London Inggris sampai dia dipanggil 淏ule Tempe.
淣asionalisme nya sangat tinggi dalam memperjuangkan agar makanan khas Indonesia ini terkenal; karena dia punya obsesi memperkenalkan tempe agar masuk ke 渟etiap dapur Inggris. Upayanya berhasil, sekarang konsumennya tidak hanya orang Inggris tapi dari berbagai negara; maklum London adalah salah satu pusat dunia dimana orang-orang dari berbagai negara ada disitu.
William Mitchel ini ketika diwawancarai pembeli dari Indonesia mengakui bahwa bisnis tempenya sangat bagus dan sudah mulai dikenal oleh konsumen Inggris. Dia mengatakan kebanggaannya kepada tempe, salah satu ikonnya Indonesia, namun kebanggaannya itu tersirat 渕enurun, ada nada kecewa karena ternyata kedelai sebagai bahan baku tempe yang dulu banyak di tanam di Indonesia kini di impor dari Amerika Serikat. Jadinya tempe Indonesia menjadi 淭empe Amerika, keluhnya.
Dari data yang ada pada tahun 2022, Indonesia memamng paling banyak mengimpor kedelai dari Amerika Serikat, dengan volume 1,92 juta ton. Jumlah ini setara 82,75% dari total impor kedelai nasional. Posisi kedua ditempati oleh Kanada dengan volume impor kedelai sebanyak 287,99 ribu ton, disusul negara Argentina, Brazilia dan Malaysia.
Masalah impor bahan pangan itu menyangkut soal ketahanan pangan di Indonesia yang menurun disebabkan banyak bahan makanan yang kini di impor dari luar negeri, ya contoh nya kedelai dan beras. Kedelai di impor dari Amerika Serikat dll sedangkan beras di impor dari negara Thailand, Vietnam bahkan India. Kalau semua kebutuhan hajat hidup rakyat dalam hal pangan tergantung pada impor maka akan rusaklah Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan bangsa ini.
Para capres dan cawapres perlu memahami pengertian ketahanan pangan yang tidak lepas dari UU No. 18/2012 tentang Pangan. Yang menyebutkan bahwa Ketahanan Pangan adalah 渒ondisi terpenuhinya Pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.





