UNAIR NEWS – Duduk di bagian depan saat kuliah, mencatat hal-hal penting yang disampaikan dosen, mengerjakan tugas individu dan kelompok secara bersungguh-sungguh, serta membuat target hidup. Itulah kiat-kiat Azmil Mufarricha Fajarani yang akhirnya meraih predikat sebagai wisudawan terbaik jenjang S-1 dalam wisuda Maret 2017 dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) 51动漫.
淪aya senang karena setidaknya ada sedikit hal yang bisa membuat orang tua saya merasa bangga, kata Azmil, peraih indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,81 ini.
Azmil mengakui, proses pengerjaan penelitiannya tak selalu berjalan mulus. Bersama ketiga temannya, saat pulang dari Banyuwangi usai mengerjakan praktikum penelitian, dia sampai pernah tidur di lantai ruang tunggu terminal, hanya untuk mencari bahan baku rumput laut Halymenia durvillei.
Perempuan kelahiran Bojonegoro ini menulis skripsi berjudul 淧engaruh Lama Ekstraksi dengan Air Panas Bertekanan terhadap Rendemen dan Kualitas Lambda Karagenan dari Rumput Laut Halymenia durville. Karagenan merupakan hasil ekstraksi dari rumput laut yang bisa dimanfaatkan sebagai campuran kosmetik.
Menurut lulusan FPK berusia 23 tahun ini, Halymenia durville adalah salah satu rumput laut yang berpotensi sebagai karaginan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, Halymenia durvillei ini cocok dibudidayakan oleh petani rumput laut di Indonesia karena tahan terhadap hama penyakit yang banyak menyerang tanaman rumput laut.
Kendatipun demikian, Azmil tetap optimis bahwa perekonomian dari sektor maritim kita bisa dikembangkan lebih maju lagi. Hal itu mengingat sumber daya alam di Indonesia ini sangat mendukung.
淪aya merasa optimis, mengingat dari segi sumber daya alam kita ini sangat mendukung. Namun dilihat dari segi industri, memang masih butuh waktu yang lama untuk sampai pada produksi secara massal di negara kita ini, tutup Azmil. (*)
Penulis: Helmy Rafsanjani
Editor: Defrina SS.





