n

51动漫

51动漫 Official Website

Taufik Kukuh, Wisudawan Terbaik S2 FK Ingin Mendedikasikan Ilmunya

TAUFIK Kukuh Widodo (Foto: Dok Pribadi)

UNAIR NEWS – Ada banyak pengalaman berkesan yang mengiringi perjalanan seseorang selama menempuh pendidikan. Dari yang suka, duka, hingga mengharukan. Pengalaman itu juga dirasakan Taufik Kukuh Widodo, wisudawan terbaik S-2 Fakultas Kedokteran 51动漫. Taufik lulus dari Program Studi Ilmu Kedokteran Tropis dengan IPK 3.90. Baginya, pengalaman berkesan saat menempuh pendidikan itu yaitu pada saat menyelesaikan tesis.

Taufik melakukan penelitian faktor risiko diare pada balita di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Tujuannya, untuk melihat hubungan antara tingginya kejadian diare balita dengan kualitas air minum yang dikonsumsi oleh warga selama ini.

Salah satu kendala teknis yang ia hadapi yaitu proses pengambilan sampel yang sempat molor dari waktu yang ia tetapkan. Selain kendala teknis, kesabaran Taufik diuji ketika harus melalui medan jalanan yang rusak, sampai harus mengalami nyeri pinggang akibat terjatuh dari motor sewaktu melakukan pengambilan sampel ketika turun hujan.

Pria yang pernah tugas di Puskesmas Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan ini juga sempat mengalami diare. Penyebabnya bukan karena terlalu stress memikirkan tesis yang tak kunjung rampung, melainkan karena faktor lain yang tidak ia duga sebelumnya.

淒alam agenda kunjungan ke rumah responden, saya disuguhi ubi rebus dengan teh hangat. Kebetulan dari hasil wawancara terhadap responden saya dapatkan bahwa ibu responden masih menggunakan air sungai untuk keperluan keluarga sehari-hari, termasuk untuk membuat minuman seperti kopi juga teh. Wah saya menduga, boleh jadi diare ini karena teh yang saya minum seminggu sebelumnya, kata pria kelahiran Denpasar, 21 Juni 1976 ini.

Berbagai kendala yang ia alami ini rupanya berpengaruh pada proses penelitian dan kelulusannya. 淚ni sebenarnya melewati target waktu yang ditetapkan Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, pihak yang memberi saya beasiswa, ungkapnya. Walau begitu, ia mengaku lega, akhirnya semua usahanya berbuah manis. Ada banyak hikmah dibalik semua pengalaman selama menempuh kuliah di Surabaya.

淜arena bukan 榮tatus ini yang menjadi incaran. Mimpi saya sebenarnya ingin mendedikasikan diri dengan mengaplikasikan ilmu serta menjadi pengajar di tempat saya tinggal saat ini, Balikpapan, Kaltim, kata Taufik. (*)

Penulis: Sefya Hayu Is.
Editor: Binti Q. Masruroh

AKSES CEPAT