51动漫

51动漫 Official Website

Terapi Berbasis Target untuk Kanker Payudara

Terapi Berbasis Target untuk Kanker Payudara
Sumber: RS PHC Surabaya

Penyakit kanker payudara merupakan penyakit yang membawa pada kematian oleh karena sel kanker payudara  memiliki kemampuan untuk tumbuh terus menerus, bersifat tidak terkendali serta dapat menyebar ke berbagai organ lain yang dikenal dengan metastasis. Pengobatan kanker payudara secara konvensional dikerjakan dengan cara pembedahan untuk mengangkat jaringan kanker, disertai dengan terapi radiasi dan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa. Sayangnya terapi konvensional ini tidak memberikan hasil yang memuaskan terutama pada kanker payudara stadium lanjut. Hal itu disebabkan karena baik pembedahan, radiasi maupun kemoterapi tidak dapat membedakan antara jaringan kanker dan jaringan normal sehingga banyak sel pada jaringan normal yang mengalami kematian akibat terapi sedangkan sel kanker yang bersifat resisten terhadap terapi tetap berada di dalam tubuh untuk tumbuh kembali dan menyebar ke organ tubuh yang lain.

Terapi berbasis target dikembangkan sebagai terapi selektif yang hanya membunuh sel kanker payudara tanpa membawa kematian pada sel normal. Terapi ini didasarkan pada hasil analisis molekular jaringan kanker payudara yang mengungkapkan bahwa kanker payudara bukanlah penyakit yang seragam akan tetapi setiap penderita kanker payudara memiliki petanda molekular yang berbeda. Dengan demikian terapi berbasis target dapat membunuh sel kanker yang memiliki petanda molekular tersebut. Penggunaan terapi berbasis target bersifat personal. Setiap penderita kanker payudara harus dilakukan pemeriksaan molekular terlebih dahulu dan selanjutnya diberikan terapi yang sesuai. Dengan demikian, terapi kanker payudara harus dipersonalisasi, sesuai dengan petanda molekular pada masing-masing penderita.  Jaringan kanker payudara yang pada pemeriksaan molekular memiliki reseptor hormonal (baik reseptor estrogen maupun reseptor progesteron) akan menghasilkan respon yang baik dengan dengan penggunaan obat golongan modulator reseptor estrogen selektif, sebaliknya jaringan kanker payudara yang tidak memiliki reseptor hormonal tidak dapat memberikan respon pengobatan yang memadai.  Pasien dengan kanker payudara yang memiliki ekspresi gen faktor pertumbuhan Her2-neu dapat memberikan respon yang sangat baik dengan terapi anti-HER2-neu. Terapi ini berupa antibodi monoklonal yang secara khusus membunuh sel kanker payudara akan tetapi tidak merusak sel normal. Trastuzumab merupakan antibodi monoklonal yang secara khusus mengenali sel kanker yang mengekspresi protein Her2-neu dan tidak membunuh sel yang tidak mengekspresi protein tersebut. Oleh karena sel normal tidak mengekspresikan protein Her2-neu, maka modalitas terapi ini bersifat selektif pada sel kanker payudara tanpa merusak sel normal.

Terapi antibodi monoklonal trastuzumab hanya memberikan hasil yang efektif pada sel kanker payudara yang mengekspresi protein her-2 secara berlebih yang dapat diketahui dengan hasil pemeriksaan imunohistokimia Her2-neu yang positif, akan tetapi tidak semua penderita kanker payudara memiliki ekspresi Her2-neu yang positif.  Pada sel kanker payudara dengan hasil pemeriksaan Her2-neu negatif, terapi antibodi monoklonal trastuzumab jelas tidak efektif.

Saat ini dkembangkan jenis terapi baru untuk kanker payudara yakni alpelisib (anti-PIK3CA). Terapi ini dapat membunuh sel kanker payudara yang tidak memiliki ekspresi Her2-neu secara berlebih, akan tetapi memiliki mutasi PIK3CA. Pemeriksaan mutasi PIK3CA dikerjakan pada jaringan kanker payudara hasil operasi atau biopsi yang tersimpan dalam blok paraffin.  

Willy Sandhika dan kawan-kawan telah menguraikan terapi berbasis target pada kanker payudara dengan menggunakan terapi penghambat PIK3CA (alpelisib). Terapi ini dapat digunakan pada penderita kanker payudara stadium lanjut yang tidak mengekspresi protein Her2-neu. Pada pasien tersebut pengobatan dengan antibodi monoklonal anti-her2-neu tidak dapat memberikan hasil yang efektif, akan tetapi jika pada pemeriksaan molekuler terbukti bahwa jaringan kanker payudara tersebut memiliki mutasi gen PIK3CA, maka pemberian terapi anti-PIK3CA (alpelisib) akan efektif membunuh sel kanker pada penderita tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa: (1) Terapi berbasis target pada kanker payudara akan memberikan hasil yang efektif membunuh sel kanker payudara tanpa mematikan sel normal, akan tetapi harus diberikan secara personal bagi setiap penderita kanker payudara sesuai dengan petanda molekular yang dimiliki. (2) Terapi anti PIK3CA dapat diberikan pada penderita kanker payudara yang tidak memiliki ekspresi protein Her2-neu secara berlebih akan tetapi memliki mutasi gen PIK3CA. (3) Hasil pemeriksaan petanda molekuler pada jaringan kanker payudara dapat digunakan sebagai acuan terapi berbasis target pada kanker payudara.

Penulis: Willy Sandhika

Link artikel jurnal:

Bacaq juga: Menangani Kanker Kolorektal dengan Dukungan Spiritual

AKSES CEPAT