Akne vulgaris atau jerawat merupakan suatu penyakit keradangan kronis dari folikel pilosebasea yang ditandai adanya komedo terbuka atau tertutup yang tidak meradang, papula, pustula, nodula yang meradang. Biasanya muncul di wajah, leher, dada, dan punggung. Akne vulgaris umumnya dialami remaja, khususnya pada usia 15-24 tahun, yang dipengaruhi oleh hormon androgen yang dapat meningkatkan produksi sebum.
Akne vulgaris merupakan penyakit yang dicetuskan oleh banyaknya faktor yaitu, adanya faktor genetik, lingkungan, hormonal, stres, makanan, trauma, kosmetik, dan obat-obatan. Akne vulgaris dapat disebabkan adanya aktivitas kelenjar minyak yang berlebih dan di perburuk oleh infeksi bakteri. Pembentukan jerawat terjadi disebabkan karena adanya penyumbatan folikel oleh sel “ sel mati, sebum, dan peradangan yang disebabkan oleh Propionibacterium acnes pada folikel sebasea.
Pada penelitian ini, faktor pemicu terbanyak timbulnya akne vulgaris adalah hormonal dan kosmetik. Faktor hormonal mempunyai peran penting dalam patogenesis akne vulgaris. Faktor hormonal pada umumnya terjadi pada perempuan dibandingkan laki -laki. Hal ini disebabkan karena berhubungannya dengan siklus mentruasi. Hormon lebih memengaruhi wanita selama menstruasi, dan peningkatan hormon sebelum menstruasi memengaruhi eksaserbasi dan memperburuk akne vulgaris.
Berdasarkan penelitian ini faktor kosmetik juga merupakan pencetus timbulnya akne vulgaris terbanyak setelah hormonal. Penggunaan kosmetik di kalangan remaja mengakibatkan peningkatan kejadian jerawat hingga 90%. Ada hubungan pemakaian kosmetik dengan akne vulgaris yang dipengaruhi oleh lama pemakaian, jumlah pemakaian, dan jenis kosmetik. Kosmetik yang dapat menimbulkan akne vulgaris, seperti alas bedak, pelembap, tabir surya, dan krim malam, jika mengandung bahan penyebab akne vulgaris. Bahan penyebab akne vulgaris seperti lanolin, petrolatum, minyak atsiri, dan bahan kimia murni (asam oleat, butil stearat, lauril alkohol, pewarna kosmetik Drug dan Cosmetic (D&C) umumnya ditemukan dalam krim wajah.
Hasil penelitian ini, terapi topikal adalah pengobatan lini pertama untuk akne vulgaris ringan hingga sedang dan pengobatan sistemik untuk akne vulgaris sedang dan berat. Terapi topikal meliputi retinoid topikal, benzoil peroksida (BPO), dan antibiotik topikal. Retinoid topikal dapat digunakan sebagai pilihan lini pertama untuk akne vulgaris ringan dan dikombinasikan untuk akne vulgaris sedang. Antibiotik topikal yang sering digunakan dalam pengobatan jerawat vulgaris termasuk eritromisin, lincomycin, dan turunannya klindamisin, kloramfenikol, klindamisin, dan asam fusidat. Antibiotik topikal dapat meningkatkan resistensi P. acnes, sehingga terapi jangka panjang tidak dianjurkan. Kombinasi antibiotik topikal/antibiotik topikal/BPO dan retinoid direkomendasikan.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya akne vulgaris, dapat disimpulkan bahwa hormonal dan kosmetik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akne vulgaris. Perawatan akne vulgaris merupakan perawatan jangka panjang, perlu waktu untuk mencapai hasil yang memuaskan yang diharapkan pasien.
Penulis : Dr.Trisniartami Setyaningrum,dr.,Sp.DVE,Subsp.DKE
Link:
Baca juga: Nilai DLQI pada Penderita Acne Vulgaris Sebelum dan Sesudah pemberian





