Penelitian ini membahas pengaruh CEO internal terhadap efisiensi investasi, khususnya dalam konteks tata kelola perusahaan di Indonesia. CEO memegang peran penting dalam pengambilan keputusan investasi, yang menentukan arah strategis dan hasil keuangan perusahaan. CEO internal, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang operasi perusahaan dan dinamika industri, sering dianggap mampu meningkatkan efisiensi investasi. Namun, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa preferensi risiko CEO internal, seperti kecenderungan untuk memilih proyek berisiko tinggi dengan potensi imbal hasil besar, dapat menyebabkan keputusan investasi yang kurang efisien. Di Indonesia, perusahaan sering kali menunjuk CEO internal, terutama di perusahaan keluarga, BUMN, atau konglomerasi, dengan harapan kesetiaan dan hubungan jangka panjang dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan. Namun, pola ini telah dikaitkan dengan kegagalan investasi, seperti yang terjadi pada kasus PT Jiwasraya dan PT Sri Isman Rejeki, yang menunjukkan pentingnya pengawasan yang lebih ketat dalam proses penunjukan CEO. Selain itu, mekanisme pengawasan, baik internal melalui dewan direksi independen maupun eksternal melalui kualitas audit (seperti penggunaan auditor Big4), menjadi penting untuk mengurangi risiko pengambilan keputusan yang agresif oleh CEO internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan studi dengan mengeksplorasi pengaruh CEO internal terhadap efisiensi investasi di Indonesia, serta peran kualitas audit sebagai faktor moderasi.
Metode Penelitian dan Hasil
Penelitian ini menggunakan data dari 3.288 observasi perusahaan-tahun non-keuangan di Indonesia selama 2011“2021 untuk mengevaluasi hubungan antara CEO internal dan efisiensi investasi, dengan kualitas audit (Big4) sebagai variabel moderasi. Efisiensi investasi diukur menggunakan model Huang (2020), sementara analisis dilakukan menggunakan regresi panel, uji endogenitas (Heckman two-stage, PSM, CEM), dan metode difference-in-difference (DID). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang dipimpin oleh CEO internal cenderung memiliki efisiensi investasi yang lebih rendah, disebabkan oleh preferensi risiko tinggi yang mengabaikan analisis menyeluruh. Namun, pengawasan melalui kualitas audit tinggi (Big4) dan ukuran perusahaan mampu mengubah hubungan negatif ini menjadi positif, menunjukkan bahwa CEO internal dapat lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan investasi jika didukung oleh mekanisme pengawasan yang kuat. Penelitian ini menyoroti pentingnya tata kelola yang efektif dalam meningkatkan efisiensi investasi, khususnya dalam konteks perusahaan Indonesia.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam literatur tata kelola perusahaan dengan menunjukkan bahwa CEO internal memiliki dampak signifikan terhadap preferensi risiko dan efisiensi investasi, namun keterbatasan perspektif eksternal dapat menghambat inovasi dan keputusan investasi yang efisien. Penelitian ini memperluas paradigma CEO succession origin, mengungkap bahwa perusahaan dengan sejarah pengangkatan CEO internal cenderung menghadapi konflik kepentingan dan risiko investasi lebih tinggi. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya regulasi yang lebih kuat terkait rekrutmen CEO internal serta peran kualitas audit eksternal (Big4) dalam meningkatkan efisiensi investasi dan akuntabilitas. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menawarkan wawasan baru tentang pengelolaan risiko investasi tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan, perusahaan, dan investor untuk meningkatkan tata kelola perusahaan di Indonesia.
Penulis : Mohammad Nasih, Nadia Anridho, Iman Harymawan, Suham Cahyono, dan Shaista Wasiuzzaman
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
https://www.emerald.com/insight/content/doi/10.1108/cg-12-2023-0525/full/html





