UNAIR NEWS “ Permasalahan sampah organik rumah tangga hingga kini masih menjadi kendala utama dalam pelestarian lingkungan, baik di skala daerah maupun nasional. Menanggapi hal tersebut, mahasiswa program Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51¶¯Âþ hadir dengan solusi nyata berupa edukasi pengolahan Eco Enzyme di Desa Cungkup. Program ini fokus pada peningkatan kesadaran warga dalam menyulap limbah dapur menjadi cairan multifungsi yang bernilai tinggi dan ramah lingkungan. Tak hanya teori, para mahasiswa juga mendistribusikan produk Eco Enzyme siap pakai guna mendorong warga Desa Cungkup agar mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan secara mandiri.
Program ini diinisiasi sebagai upaya menekan jumlah limbah rumah tangga sekaligus memberikan alternatif pembersih alami yang multifungsi dan ekonomis bagi warga desa.
Mengapa Eco Enzyme?
Eco Enzyme adalah cairan serbaguna hasil fermentasi limbah dapur organik (seperti kulit buah dan sisa sayuran), gula, dan air. Mengingat mayoritas warga Desa Cungkup yang aktif di sektor domestik dan pertanian, cairan ini memiliki segudang manfaat, antara lain:
- Pupuk Alami: Meningkatkan kualitas tanaman di pekarangan rumah.
- Pembersih Rumah Tangga: Pengganti pel lantai, pembersih kaca, hingga sabun cuci piring yang bebas kimia berbahaya.
Berdasarkan hasil sosialisasi yang telah dilaksanakan, warga Desa Cungkup menunjukkan pemahaman yang baik mengenai teknik pembuatan serta manfaat luas dari Eco Enzyme. Meskipun produk jadi telah dibagikan secara cuma-cuma, masyarakat tetap didorong untuk mulai mempraktikkan pembuatan cairan ini secara mandiri di rumah masing-masing sebagai upaya berkelanjutan dalam mengurangi volume sampah organik di tingkat rumah tangga.
Antusiasme masyarakat Desa Cungkup terlihat jelas dari partisipasi aktif mereka selama sesi diskusi dan tanya jawab. Selain membawa pulang botol Eco Enzyme siap pakai, warga juga dibekali dengan panduan teknis mengenai takaran pembuatan serta beragam manfaatnya, mulai dari pupuk organik untuk pertanian hingga cairan pembersih rumah tangga alami.
Kehadiran mahasiswa BBK 7 51¶¯Âþ dinilai membawa sudut pandang baru dalam memandang limbah domestik, sebagaimana diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat. Kolaborasi erat antara mahasiswa dan perangkat desa ini diharapkan mampu mengakar menjadi budaya hidup bersih. Sebab, kedisiplinan warga dalam mengelola sampah hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan Desa Cungkup di masa depan.
œDari alam, kembali ke alam. Kami hadir di Desa Cungkup membawa semangat inovasi ramah lingkungan. Semoga eco enzyme ini menjadi langkah awal kita bersama dalam mewujudkan desa yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan, ujar Ketua BBK 7 Cungkup
Penulis: Tim BBK 7 UNAIR Cungkup





