UNAIR NEWS Maraknya berita abal-abal atau yang lebih dikenal dengan istilah berita hoax, tengah menjadi hal yang hangat diperbincangkan. Berbagai kalangan pun tidak segan-segan membentuk sebuah komunitas untuk melawan maraknya pemberitaan hoax di media sosial. Selain itu, pemerintah juga turut ambil andil untuk membuat kebijakan mengenai maraknya kasus berita hoax tersebut. Untuk hal itu, sebagai institusi pendidikan, 51动漫 turut merespon isu tersebut dengan menggelar kegiatan talkshow Gelar Inovasi Guru Besar, Kamis (16/3).
Kegiatan bertema 淧eran Aktif Masyarakat Menghadapi Hoax di Media Sosial dihadiri tiga pembicara dari lintas keilmuan yakni Prof. Dr. Didik Endro Purwoleksono, S.H., M.H., guru besar Fakultas Hukum, Prof. Dra. Rachmah Ida, M.Com., Ph.D., guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Prof. Dr. Cholichul Hadi, Drs., M.Si., guru besar Fakultas Psikologi.
Pada kegiatan tersebut dimoderatori langsung oleh Dr. Yayan Sakti Suryandaru, S.Sos., M.Si. Dalam pembukaan diskusi, Yayan menjelaskan bahwa hoax memang menjadi suatu hal menarik untuk didiskusikan. Selain itu, Yayan juga sedikit mengulas peranan hoax yang ikut serta mewarnai pesta demokrasi baik di luar negeri dan tanah air. Hadir sebagai pembicara pertama, Prof. Dra. Rachmah Ida, M.Com., Ph.D., guru besar FISIP UNAIR menjelaskan, hoax sejatinya tidak menimbulkan kekhawatirkan jika hanya pada tataran kecil. Satu hal yang menjadikan hoax satu hal yang berbahaya jika hal itu mengarah pada suatu hal yang besar, negara misalnya.
淗oax bisa menjadi sebuah hal yang besar jika hal itu berdampak pada sebuah sistem yang lebih besar seperti negara, politik, dan suatu institusi. Jika hanya pada tataran yang kecil, hoax memang tidak begitu menjadi sebuah permasalahan, terangnya.
Menambahkan pernyataan Prof. Ida. Pemateri kedua yakni guru besar Fakultas Psikologi UNAIR Prof. Dr. Cholichul Hadi, Drs., M.Si., menjelaskan, fenomena hoax yang dilakukan oleh setiap individu merupakan salah satu perlikau menyimpang. Terlebih, jika hal itu dilakukan secara terus menerus.
淏uatlah diri sendiri ini menjadi hebat, jangan pesimis dan terpaku pada orang lain, terangnya.
pandangan selanjutnya disampaikan olehguru besar FH UNAIR Prof. Dr. Didik Endro Purwoleksono, S.H., M.H. Selaku pemateri ketiga, Prof. Didik menjelaskan bahwa untuk meneggakkan hukum mengenai hoax bukanlah perkara mampu atau tidaknya, melainkan mau atau tidak.
淒alam tataran hukum mengenai hoax ini bukan soal mampu tidaknya, tapi mau atau tidak, tegasnya.
Dari pihak penyelenggara, Dr. Eduardus Bimo Aksono H, drh. M.Kes., selaku sekretaris Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR menyampaikan dihadapan hadirinbahwa kegiatan gelar inovasi guru besar merupakan salah satu bentuk kepedulian para guru besar di UNAIR untuk ikut serta memecahkan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat.
淪emoga hasil diskusi ini bisa memberikan banyak pelajaran dan proses pencerahan di masyarakat, jelasnya.
Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Defrina Sukma





