UNAIR NEWS – Hasil dari kreativitas lima mahasiswa UNAIR yang berjudul 淏-Steam: Bivalve Steaming, Solusi Tepat Nelayan Kerang siap dilombakan pada laga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 31 UNY. Ialah Ula Zidni Alfian Ikromah dan Maulida Agustina (Fakultas Perikanan dan Kelautan), Akhmad Afifudin Al-Anshori (Fakultas Kedokteran Hewan), juga Hilmi Putra Pradana dan Ningsih Putri Herman (Fakultas Sains dan Teknologi), lima mahasiswa yang menawarkan solusi atas permasalahan 漦lasik yang dihadapi nelayan kerang Banjarkemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, dengan alat modifikasi Autoclave dan Boiler (sistem uap).
Saat melakukan latihan presentasi dan diskusi mengenai hasil kreativitas tim tersebut pada Selasa (28/8), tim tersebut mengaku bahwa dengan alat itu akan bisa menghilangkan kontaminasi bahan pencemar yang terdapat pada kerang, karena air perebusan tidak digunakan dua kali, dan dengan proses perebusan tertutup sehingga permasalahan sebelumnya dapat diatasi.
Mengenai alasan mengapa dipilih nelayan Desa Banjarkemuning, Ula Zidni Alfian Ikromah, ketua tim dalam presentasinya menjelaskan bahwa sentra nelayan kerang di desa itu sudah dikenal memiliki relasi, dan terdapat permasalahan yang belum terpecahkan.
“Dengan alat yang disodorkan itu diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada,” jelasnya.
Selanjutnya, mengenai cara kerja alat, tim yang masuk dalam kategori PKM-T itu juga menjelaskan cara kerja alat modifikasi Autoclave dan Boiler (sistem uap). Boiler, jelasnya, digunakan sebagai tempat air yang dipanaskan hingga dihasilkan uap untuk disalurkan dengan pipa ke bagian autoclave yang di dalamnya telah berisi kerang.
“Alat ini menggunakan tekanan dan temperatur sebagai parameter perebusan,” jelasnya.
Secara berurutan, paparnya, cara kerja yang pertama, bagian autoclave dibuka dengan melepas murnya. Kemudian keranjang di dalamnya ditarik keluar dan dimasukkanlah kerang hingga 75% volume keranjang. Keranjang dimasukkan lagi, lalu ditutup dan dirapatkan lagi dengan menguatkan mur tadi.
Kemudian, lanjutnya, pada boiler diisi dahulu dengan air hingga tiga perempat tinggi pipa. Banyak-sedikitnya air itu diketahui dengan membuka dua tuasnya, kemudian tutup kembali tuasnya. Ketika air dan kerang sudah dimasukkan, barulah kompor mawar dibawah boiler itu dinyalakan, dengan sebelumnya dipastikan dulu saluran dari boiler ke autoclave dalam keadaan tertutup agar uap panas tidak keluar. Kemudian naikkan tekanan pada boiler.
“Panas api membuat air menguap sehingga tekanan pada boiler juga meningkat,” tandasnya.
Penulis: Nuri Hermawan dan Bambang BES





