Pola diet yang semakin mengikuti gaya barat cenderung memiliki kandungan natrium (Na) yang tinggi dan kalium (K) yang rendah. Hal tersebut meningkatkan morbiditas dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Natrium (Na) dan kalium (K) adalah elektrolit utama cairan ekstraseluler dan cairan intraseluler. Kedua zat gizi mikro ini bersirkulasi peran penting dalam fungsi biologis normal seperti pengaturan cairan tubuh, transpor aktif molekul melintasi membran sel, keseimbangan osmotik, dan keseimbangan asam-basa.
Beberapa studi telah menunjukkan efek asupan natrium dan kalium pada penyakit tidak menular. Konsumsi kalium yang rendah dan asupan natrium yang tinggi telah terbukti terkait dengan bahaya stroke, hipertensi, dan obesitas. Rasio Natrium-Kalium (Na/K) dalam makanan menunjukkan hubungan yang lebih kuat dengan tekanan darah daripada natrium atau kalium saja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan makanan yang mengandung kandungan kalium tinggi dan kandungan natrium terbatas untuk mencegah timbulnya penyakit tidak menular. Selain itu, mengurangi asupan natrium dan meningkatkan konsumsi kalium telah diakui sebagai intervensi penting untuk mengurangi penyakit kardiovaskular khususnya hipertensi. Pada kenyataannya, sebagian besar populasi mengkonsumsi kurang dari tingkat kalium yang disarankan dan di atas tingkat natrium yang dianjurkan; rasio natrium terhadap kalium biasanya berkisar antara 1 sampai 2. Menurut WHO, hampir semua negara melaporkan asupan natrium yang tinggi dan defisiensi kalium pada populasi umum.
Studi ini merupakan systematic review dan meta-analysis tentang kuantifikasi asupan natrium dan kalium makanan dari populasi sehat dewasa di seluruh dunia. Basis data yang digunakan berasal dari PubMed, EMBASE, Cochrane Library, dan Google Scholar untuk menemukan penelitian yang menyatakan ekskresi Natrium atau Kalium urin 24 jam sebagai pemeriksaan gold standar menilai asupan natrium dan kalium (periode referensi: 2014“2021).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa empat puluh tiga penelitian (n= 62.940) memenuhi kriteria inklusi. Ekskresi natrium dan kalium urin rata-rata adalah 156,73 mmol/24 jam dan 48,89 mmol/24 jam. Rasio natrium/kalium urin rata-rata adalah 3,68. Kesimpulan dari penelitian ini menyoroti asupan natrium yang terlalu tinggi dan asupan kalium yang rendah pada populasi komunitas di sebagian besar dunia. Rasio Na/K urin melebihi tingkat yang direkomendasikan oleh pedoman WHO. Hal tersebut perlu menjadi focus berbagai pihak agar dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia dengan berfokus pada kedua asupan zat gizi tersebut.
Penulis: Farapti, dr., M. Gizi dan Chusnul Fadilla, S.Gz
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Farapti Farapti, Putri Hersya Maulia, Chusnul Fadilla, Niwanda Yogiswara, Purwo Sri Rejeki, Muhammad Miftahussurur, Hazreen Abdul Majid (2022). Community-level dietary intake of sodium, potassium, and sodium-to-potassium ratio as a global public health problem: a systematic review and meta-analysis. F1000 Research 11:953 (





