Konsumsi pangan yang beragam penting untuk dapat memenuhi kebutuhan gizi anak. Tidak ada satu jenis pangan yang dapat memenuhi semua kebutuhan gizi manusia (kecuali ASI untuk bayi dibawah 6 bulan). Kabupaten Sampang merupakan salah satu Kabupaten dengan prevalensi stunting yang tinggi dan memiliki topografi pegunungan dan pesisir. Ketersediaan pangan di wilayah pegunungan dan pesisir dapat memengaruhi preferensi konsumsi pangan dan status gizi anak.
Studi yang dilakukan oleh dosen 51动漫 dan Institut Pertanian Bogor pada 384 ibu dengan anak balita di Kabupaten Sampang, Jawa Timur menemukan adanya perbedaan pola makan anak yang tinggal di daerah pegunungan dan pesisir. Studi tersebut dilakukan di desa Gunung Maddah dan Pulau Mandangin yang memiliki prevalensi stunting yang tinggi (>30%).
Pola makan anak di kedua daerah hampir sama yaitu pangan pokok (nasi) dan pangan hewani atau nabati, dan rendah konsumsi susu, sayuran (terutama daerah pesisir) dan buah (terutama daerah pegunungan). Perbedaan terlihat pada jenis pangan yang disukai atau banyak dikonsumsi anak. Anak balita di daerah pegunungan lebih banyak mengonsumsi nasi jagung dan lebih sedikit mi dan roti dibandingkan dengan anak di daerah pesisir. Konsumsi susu lebih banyak di daerah pesisir dibandingkan pegunungan. Sebaliknya. Adanya perbedaan preferensi pangan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan ketersediaan pangan di kedua daerah. Pulau Mandangin merupakan salah satu pulau terpadat di Kabupaten Sampang. Meskipun pulau tersebut terpisah dari Pulau Madura, namun ketersedian pangannya lebih tinggi dibandingkan daerah pegunungan (Desa Gunung Maddah). Penjual makanan dapat ditemui dalam jarak 50 meter dari pagi-malam.Peningkatan konsumsi susu, sayuran, dan buah yang disukai anak perlu dilakukan untuk meningkatkan keragaman konsumsi anak untuk mencegah terjadinya stunting.
Penulis: Rian Diana, M.Si
Tulisan lengkap dapat dilihat:
Rian Diana, Riris Diana Rachmayanti, Ali Khomsan, Hadi Riyadi. 2023. Children檚 Eating Habits in Agricultural and Coastal Areas of Sampang District, Indonesia. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences Vol.19 Supp 1, Jan 2023 (eISSN 2636-9346).





